Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Covid

Sudah Banyak Korban Tapi Masih Ada yang Tak Percaya Covid-19, Kabareskrim: Kok Masih Percaya Hoaks

Terkait kasus Covid-19 yang kini makin banyak korban jiwa. Namun masih banyak yang tidak percaya dengan Covid-19.

Tayang:
Editor: Glendi Manengal
Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARI
Tangkapan layar video pemakaman TPU Rorotan, unggahan instagram @alivikry, Rabu (7/7/2021) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait kasus Covid-19 yang kini makin banyak korban jiwa.

Namun masih banyak yang tidak percaya dengan Covid-19.

Padahal korban jiwa saat ini makin tinggi karena Covid-19.

Baca juga: Hujan Lebat Akan Terjadi di Daerah-daerah Ini, Info BMKG Cuaca Ekstrem Selasa 20 Juli 2021

Baca juga: Dua Pria Lajang Tewas Tersetrum Listrik saat Memanen Buah Kelapa Sawit di Kebun

Baca juga: Malam Takbiran dan Sholat Idul Adha di Bolmut Dilaksanakan Secara Terbatas

Foto : Pemakaman Jenazah Covid-19. (Kompas.com/Garry Lotulung)

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyayangkan masih adanya masyarakat yang tidak percaya dengan Covid-19. 

Padahal, sudah banyak korban jiwa yang telah berjatuhan akibat terpapar virus tersebut.

"Sudah banyak yang menjadi korban meninggal karena Covid kok masih percaya hoaks," kata Agus dalam keterangannya, Senin (19/7/2021).

Ia juga menyayangkan masyarakat yang menolak vaksin dengan alasan tidak percaya Covid-19.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan fasilitas vaksin kepada masyarakat dengan gratis berkelanjutan. 

"Pilihannya kan kepada masyarakat sendiri. Yang punya komorbid tentu dengan pertimbangan dokter bisa diberikan atau tidak. Harapannya yang lain berpartisipasi untuk mencapai imunitas komunal," ungkap dia.

Lebih lanjut, Agus menuturkan vaksin sejatinya bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19.

Kalau pun masih terpapar, dampaknya terhadap kesehatan tidak signifikan.

"Allah tidak akan mengubah nasib setiap kaum, dengan apa yang kita kerjakan. Mau vaksin ya kalau terpapar virus Coronanya gak terlalu parah karena punya daya tangkal," pungkasnya.

Negara yang Memasuki Status Kritis

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved