Breaking News:

Berita Minahasa

Mendikbudristek Tunjuk Unima Jadi Penyelenggara Program Rekognisi Pembelajaran Lampau

program RPL adalah penyetaraan akademik atas pengalaman kerja dan/atau pelatihan bersertifikasi untuk memperoleh kualifikasi pendidikan tinggi

Penulis: Kharisma Kurama | Editor: Alpen Martinus
UNIMA
Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) Prof. Dr. Deitje A. Katuuk MPd 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Universitas Negeri Manado (Unima) menjadi satu-satunya kampus di Sulawesi Utara (Sulut) yang ditunjuk langsung Kemendikbud Ristek RI untuk menyelenggarakan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Hal itu disampaikan Rektor Unima Prof Dr Deitje A Katuuk MPd kepada media ini, Jumat (16/7/2021).

“Program RPL ini menjadi kesempatan yang baik bagi masyarakat,

Baca juga: Unima Siap Wujudkan Kampus Tanpa Pungli

Universitas Negeri Manado (Unima)
Universitas Negeri Manado (Unima) (Tribun manado / Andreas Ruaw)

karena di Sulut yang dipercayakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek hanya Unima,” ungkap istri guru besar senior Unima Prof Dr Sjamsi Pasandaran.

Dirinya menjelaskan, program RPL adalah penyetaraan akademik atas pengalaman kerja dan/atau pelatihan bersertifikasi untuk memperoleh kualifikasi pendidikan tinggi pada berbagai prodi.

“Ini merupakan salah satu program akselerasi untuk peningkatan kualifikasi bagi aparat, masyarakat umum maupun pendidik,” jelasnya.

Tentu, dengan kepercayaan yang diberikan Kemendikbud Ristek, Unima akan menyelenggarakan program ini dengan baik.

Baca juga: Gandeng Unima, Pemkab Ajak ASN Lanjutkan Studi Hingga S3 

Sebelumnya, rektor menjelaskan, Unima telah menyelenggarakan Permen 58 tahun 2005 tentang pemersatuan guru

dalam jabatan dan membebaskan 65 persen maksimal dari ekuivalen menjadi SKS

sehingga guru-guru hanya mengemban pendidikan satu atau dua tahun, kemudian sudah boleh jadi sarjana.

Katanya lagi, untuk program RPL ini malah lebih hebat lagi, ketika pihak kampus sudah bisa mengakui kemampuan

dan prestasi dari calon mahasiswa, maka bisa sampai 100 persen itu tidak kuliah dan hanya langsung ujian.

Baca juga: Gandeng Unima, Pemkab Ajak ASN Lanjutkan Studi Hingga S3 

Meski begitu, akan tetap ada tim khusus yang akan menilai sejauh mana pengalaman yang dapat diakui kampus,

misalnya pengalaman manajerial, pengalaman pelatihan, ataupun sudah pernah menulis buku dan menghasilkan karya-karya yang dapat diakui dari ekuivalen dikonversi ke SKS,

sehingga kita akan menetapkan berapa SKS yang boleh dikontrak oleh calon mahasiswa, baik S1 maupun S2.

“Ini merupakan salah satu program percepatan dan dalam rangka meningkatkan kualifikasi masyarakat Sulut

yang pada saat ini hanya lulusan SMP, SMA kita akan tingkatkan menjadi sarjana,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikannya, program RPL ini sangat penting dan juga sangat berkontribusi dalam rangka akselerasi percepatan untuk peningkatan kualifikasi masyarakat di Sulut.

“Kami telah mengajukan beberapa program studi unggulan yang akan digunakan untuk jadi penyelenggara RPL,” ujarnya.

Like and Subscribe :

Berita lain terkait Unima

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved