Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

Update, Wali Kota Bitung Kena Covid-19, Satgas Curiga Tertular di Rumah Dinas

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung belum dapat memastikan bagaimana Wali Kota Maurits Mantiri bisa terpapar Covid-19.

Tribun manado / Christian Wayongkere
Wali kota Bitung Maurits Mantiri dan Wakil wali kota Hengky Honandar bersama forkopimda dan sejumlah pejabat Pemkot Bitung mendatangi lokasi kebakaran Pasar Tua Kota Bitung. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Wali Kota Bitung Maurits Mantiri terpaksa menjalani isolasi akibat Covid-19.

Maurits menjalani isolasi di Rumah Sakit Manembo-nembo Kota Bitung.

Terkait kondisi Wali Kota, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Bitung Piter Lumingkewas menyebut tak mengkhawatirkan.

“Kondisinya saat ini stabil. Tetap kami pantau, karena dari teori tentang yang terpapar Covid-19 selama belum lewat 10 harus jaga ketat,” jelasnya kepada Tribunmanado.co.id, Kamis (15/7/2021).

Ia belum dapat memastikan bagaimana Wali Kota Maurits bisa terpapar.

Namun, dari informasi sebelumnya, ada orang di rumah dinas wali kota yang terdeteksi Covid-19 berdasar tes cepat (rapid) antigen.

Wali Kota Maurits sendiri sudah menjalani dua kali vaksinasi.

Terkait hal ini, Piter menerangkan, mereka yang sudah divaksin berbeda kondisinya dengan mereka yang belum divaksin.

“Kalau persoalan tertular pasti tertular, karena penularan Covid tidak berhubungan dengan vaksin,” kata dia.

“Vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk kekebalan. Sementara proses masuk atau penularan virus dari luar lewat hidung atau mulut hingga terjangkit,” terangnya.

Lanjut Piter, vaksin membentuk sel memori pada diri seseorang, sehingga ketika virus masuk sudah dikenali oleh tubuh.

Bila seseorang belum divaksin, virus masuk ke dalam tubuh tanpa terbendung karena tidak ada sel mengenali virus itu.

Dengan vaksin, terbentuk antibodi dalam diri seseorang.

Piter menilai keliru pandangan orang-orang yang mengatakan bahwa setelah divaksin orang aman dari Covid-19.

“Ini keliru. Jika kita mau seperti di Eropa, seperti penonton yang menyaksikan pertandingan Eruro 2020, (maka kita) harus bersabar sampai sudah minimal 70 sampai 80 persen pembentukan herd immunity,” kata dia.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved