Berita Tomohon
Bendi, Transportasi Tradisional yang Masih Eksis di Kota Bunga Tomohon
Salah seorang kusir Bendi Nel Wenur (72) mengakui meski terjadi penurunan akibat pandemi, namun peminat bendi masih cukup banyak.
Penulis: Hesly Marentek | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Keberadaan Delman tak termakan oleh zaman.
Di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Delman masih menjadi transportasi darat yang diminati masyarakat.
Di Kota Sejuk berjuluk Kota Bunga itu, Delman disebut dengan istilah Bendi.
Transportasi tradisional ini, bisa ditemui di Pusat Kota Tomohon atau tepatnya di depan Menara Alfa Omega.
Di situ merupakan tempat mangkal para kusir bendi.
Mereka beroperasi sejak pagi hingga pukul 19.00 Wita.
Salah seorang kusir Bendi Nel Wenur (72) mengakui meski terjadi penurunan akibat pandemi, namun peminat bendi masih cukup banyak.
"Memang masih banyak yang sering naik. Tapi kalau dibandingkan sebelum pandemi, tentu waktu itu masih lebih banyak," kata Pria Lansia Asal Sarongsong ini.
Ia mengatakan sebelum adanya pandemi kebanyakan penumpangnya anak sekolah.
"Lalu anak-anak sekolah yang sering naik bendi. Tapi sekarang kan belajar daring jadi kebanyakan penumpang tinggal orang-orang kerja," tambahnya.
Pekerjaan sebagai kusir Bendi sudah digeluti Nel sejak 30 tahun lalu.
Namun untuk saat ini ia mengaku hanya 3 kali dalam sepekan untuk cari penumpang.
"Kalau sekarang tiap pekan hanya tiga kali turun cari penumpang. Itu pun hanya setengah hari. Kalau keluar sore, berarti jam 7 malam sudah masuk," akunya.
Tarif bendi sendiri untuk jarak dekat Rp 5 ribu. Namun kalau sudah sedikit jauh atau rute sulit seperti ada tanjakan, penumpang harus membayar biaya lebih.
"Kalau memang sedikit jauh atau ada tanjakan tentu ada biaya tambahan," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/para-kusir-bendi-yang-mangkal-di-depan-menara-alfa-omega.jpg)