Breaking News:

Info BMKG

Banjir di Manado, Ini Penjelasan Lengkap BMKG

Dampak cuaca buruk yang melanda Kota Manado telah diperkirakan sebelumnya oleh pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sulawesi Utara.

Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Rizali Posumah
Tribunmanado.co.id/Andreas Ruauw
Tergenang air. Jalur lalu lintas sekitar Lapangan Tikala dan Jalan Lengkong Wuaya Kelurahan Perkamil, Kecamatan Paal Dua. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Hujan deras yang mengguyur Kota Manado siang tadi membuat kondisi di beberapa titik mengalami peningkatan debit air.

Beberapa di antaranya yaitu di jalur lalu lintas sekitar Lapangan Tikala dan Jalan Lengkong Wuaya Kelurahan Perkamil, Kecamatan Paal Dua.

Dampak cuaca buruk yang melanda Kota Manado ini pun telah diperkirakan sebelumnya oleh pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sulawesi Utara.

Melalui Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi di Manado Ben Arthur Molle mengungkapkan bahwa prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca ini akan berlangsung selama tujuh harian.

"Dan peringatan dininya sudah kami keluarkan tangga 11 kemarin yang memang untuk beberapa wilayah Sulawesi Utara mengalami cuaca ekstrim," ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (13/7/2021).

Arthur mengatakan, dari analisis Dinamika Atmosfer yang terjadi di wilayah Sulawesi Utara dan data sebaran hujan yang di informasikan oleh stasiun klimatologi Minahasa Utara bahwa wilayah Sulawesi Utara masih belum memasuki awal musim kemarau (Mundur dari normalnya) seperti yang diprakirakan terjadi di bulan Juni dasarian III. 

Sehingga dapat dijelaskan bahwa untuk cuaca yang terjadi di Sulawesi Utara masih dipengaruhi oleh Masa Peralihan yang dimana cuaca ekstrim lebih sering terjadi pada Siang hingga Sore hari.

Cuaca ekstrim yang terjadi berupa hujan lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang yg disebabkan oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus yang signifikan diakibatkan oleh konveksi udara yang kuat terjadi pada pagi hari.

Pengaruh atmosfer lainnya juga ikut mendukung terjadinya hujan di sebagian besar wilayah Sulut, yaitu Pengaruh gelombang MJO pada Fase 2 yang berarti berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan di wilayah Indonesia termasuk Sulawesi Utara.

Anomali Suhu muka laut yang masih hangat sehingga menambah penguapan udara basar dari laut utk pertumbuhan awan, kemudian masih sering terjadi Perlambatan Udara dan Pertemuan massa udara akibat pengaruh monsun australia yang masih aktif. 

Dan Faktor-faktor kelabilitasan udara lokal di wilayah Manado, Minut, Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa, Tomohon, Sangihe, Sitaro dan Bolmong juga sangat memberikan dampak pertumbuhan awan-awan konvektif yang terjadi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved