Breaking News:

Trilogi Pembangunan Jemaat

BACAAN ALKITAB : 1 Tesalonika 5:12-22 - “Etika Pengucapan Syukur”

Etika adalah Ilmu Pengetahuan tentang asas-asas akhlak. Sedangkan pengucapan syukur adalah sebuah tindakan atau perbuatan

Editor: Aswin_Lumintang
internet
Ilustrasi Renungan 

Rasul Paulus menunjukkan kepada mereka apa yang menjadi kewajiban mereka terhadap para pemimpin (ayat. 12-13) sebab para pemimpin gereja lebih memikirkan pekerjaan dan kewajiban yang kepadanya mereka dipanggil. Pekerjaan mereka sangat berat, sangat terhormat dan bermanfaat bagi banyak orang. Karena itu Rasul Paulus menasehati supaya jemaat menghormati dan mendukung mereka yang bekerja dan memimpin jemaat sebab mereka telah bekerja keras memimpin dan melayani jemaat. Dalam lingkungan gereja kepemimpinan itu dikerjakan dan dilakukan secara bersama-sama dan ini berarti tanggung jawab, saling menghormati, saling mendukung mutlak diperlukan.

Selanjutnya ada nasehat yakni kewajiban jemaat terhadap pemimpin untuk hidup dalam damai satu dengan yang lain dan setidak-tidaknya tidak pernah menimbulkan perpecahan di antara para pemimpin dan jemaat sebab kalau hal itu terjadi maka yang pasti akan menghambat keberhasilan pekerjaan para pemimpin dan pembangunan jemaat, bahkan untuk mengucap syukur. Memang pada dasarnya para pemimpin dan jemaat harus menghindari segala sesuatu yang akan menjauhkan kasih sayang seorang dari yang lain bahkan jemaat pun harus hidup dalam damai satu sama lain.

Para pemimpin agar tegas terhadap mereka yang hidup dengan tidak tertib dalam hal ini harus menegur mereka jika berperilaku tidak baik dengan kata lain jemaat harus memiliki etika. Dalam kehidupan berjemaat sering dijumpai ada seba-gian orang yang hidup tanpa menurut aturan yang berlaku ini, menjadi kewajiban pemimpin maupun orang percaya untuk memperingatkan dan menegur mereka, menghibur yang tawar hati, membela yang lemah dan sabar terhadap semua orang, termasuk hal pengucapan syukur.

Tentu saja hal ini tidak mudah untuk dikerjakan dan dilakukan, harus dilakukan dengan penuh kasih. Nasehat ini harus diperhatikan sebab jemaat harus menahan diri dengan segala cara untuk tidak membalas dendam. Jika ada orang yang berbuat tidak baik atau berbuat jahat, maka tidak boleh membalasnya dengan melakukan hal yang sama malahan harus mengampuni sebagaimana yang telah diajarkan oleh Allah kepada orang percaya untuk saling mengasihi dan mengampuni, karena Allah telah terlebih dahulu mengampuni dosa manusia. (Ayat 14-15)
“Bersukacitalah senantiasa”

(Yunani: chairo) artinya bersukacita. Nasehat Paulus ini dapat dimengerti sebagai sukacita spiritual dimana orang harus selalu merasa senang sebab jika bersungguh-sungguh bersukacita di dalam Tuhan maka dapat bersukacita senantiasa.

Di dalam Dia sukacita akan menjadi penuh dan akan dianggap keliru jika tidak bersukacita setiap waktu meskipun kadang kala dilukai oleh berbagai iri dan dengki. “Tetaplah berdoa” terdiri dari dua kata yaitu, (Yunani: adialeiptos) artinya selalu, tetaplah, tidak putus-putusnya dan (Yunani: proseuchomai) yang artinya berdoa, berdoalah (bersembahyang). Kedua kata ini meng-artikan tindakan untuk bersukacita senantiasa, dengan tetap berdoa. Dan akan tetap memiliki sukacita jika lebih banyak berdoa. Karena itu harus terus-menerus berdoa tanpa jemu, tanpa lelah, dan terus berdoa kepada Allah. Dengan berdoa, dapat mencurahkan seluruh isi hati dan berbagai tantangan pergumulan yang dihadapi. (Ayat 16-17)

“Mengucap syukurlah”
(Yunani: Eucharisteo) artinya mengucap syukur, berterima kasih atau bersyukur, memper-sembahkan doa syukur. Rasul Paulus berkata, inilah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu supaya kita mengucap syukur, sebab Allah sudah berdamai dengan kita di dalam Kristus Yesus. Di dalam Dia, oleh Dia, dan demi Dia, Allah mengizinkan jemaat untuk bersukacita senantiasa, dan meminta jemaat untuk selalu mengucap syukur dalam keadaan apapun. (Ayat 18). Mengucap syukur adalah bagian penting dalam kehidupan orang percaya yang tidak boleh diabaikan dan disepelehkan. Sebab mengucap syukur dalam hal dikehendaki Allah dalam Yesus Kristus.

Paulus menutup suratnya dengan memberikan nasehat supaya jemaat tidak memadamkan Roh, tidak menganggap rendah nubuat-nubuat, menguji segala sesuatu dan memegang yang baik serta menjauhkan diri dari segala jenis kejahatan. Jadi etika bersyukur menunjukkan kwalitas relasi yang baik dengan Tuhan dan sesama serta sikap hidup yang dikehendaki Tuhan.

Makna dan Implikasi Firman
 Hidup orang percaya dalam bergereja maupun dalam kehidupan sehari-hari harus memiliki tanggung jawab kepada para pemimpin yakni menghormati dan mendukung dalam kasih terutama para pemimpin yang sudah bekerja keras, memimpin dan menegur jemaat. Hidup dalam damai merupakan kewajiban dari jemaat terhadap para pemimpin dengan tidak menimbulkan perpecahan satu dengan yang lain. Para pemimpin harus mengajar dan memotivasi jemaat supaya tahu mengucap syukur dan beretika mengadakan ucapan syukurnya.

Para pemimpin agar tegas terhadap mereka yang hidup tidak tertib, menegur mereka yang berbuat salah, menghibur mereka yang sudah bertobat agar tidak tawar hati dan terpuruk dalam rasa bersalah mereka, membela dan menguatkan jemaat yang putus asa dan lemah iman.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved