Euro 2020
Kisah Messi Ditawarkan Masuk Timnas Spanyol, Bertekad Persembahkan ke Argentina Copa Amerika 2021
Lionel Messi boleh berjaya di Barcelona. Semua gelar terbaik di klub telah dinikmati pemain berpaspor Argentina ini.
Meskipun prestasi Messi telah melampaui prestasi Diego Maradona dalam banyak hal, bayang-bayang mantan pemain nomor 10 itu masih membayangi mengingat Maradona memenangkan Piala Dunia 1986 untuk Argentina.
Bagi Messi, setelah begitu banyak pasang surut dengan tim nasional - pensiun dan comeback, pertengkaran dengan federasi dan rasa tidak hormat dari penggemar - mengejar kejayaan internasionalnya sendiri masih tetap menjadi penyemangat.
“Saya akan selalu hadir dan memperjuangkan impian saya, yaitu memenangkan gelar bersama Argentina,” kata Messi sebelum dimulainya Copa América di Brasil.
“Saya sudah dekat berkali-kali tetapi saya akan terus berusaha selama saya bisa.
Saya beruntung bisa memenangkan segalanya di level klub dan akan menyenangkan melakukan hal yang sama dengan Argentina.”
Ketergantungan tim pada kecemerlangan Messi tetap terlihat.
Dia jelas tak tergantikan, sama seperti Maradona.
Dalam pertandingan penyisihan grup terakhir Argentina melawan Paraguay, pelatih Argentina Lionel Scaloni membuat enam perubahan pada starting XI-nya untuk mengistirahatkan beberapa pemain kuncinya.
Sedangkan Messi? bermain penuh selama 90 menit.
“Kenyataannya adalah Messi telah memainkan setiap pertandingan dan sangat sulit untuk tidak mengandalkannya,” kata Scaloni setelah Argentina menang 1-0.
Lionel Messi sangat membutuhkan gelar juara Copa America 2021, dan apapun caranya dan apa yang harus dikorbankan, tentu akan dilakukannya.
Mengingat usia Messi yang kini berusia 33 tahun, Copa America bisa jadi adalah kesempatan terakhirnya.
(Tribunnews.com/Gigih)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Persembahan Lionel Messi Untuk Argentina di Copa America 2021 dan Lepas dari Bayangan Maradona, https://www.tribunnews.com/superskor/2021/07/08/persembahan-lionel-messi-untuk-argentina-di-copa-america-2021-dan-lepas-dari-bayangan-maradona?page=all.
Penulis: Gigih
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha