Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Euro 2020

Kisah Messi Ditawarkan Masuk Timnas Spanyol, Bertekad Persembahkan ke Argentina Copa Amerika 2021

Lionel Messi boleh berjaya di Barcelona. Semua gelar terbaik di klub telah dinikmati pemain berpaspor Argentina ini.

Editor: Aswin_Lumintang
DOUGLAS MAGNO / AFP
Pemain Argentina Lionel Messi saat pertandingan fase grup turnamen sepak bola Conmebol Copa America 2021 di Stadion Arena Pantanal di Cuiaba, Brasil, pada 28 Juni 2021. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BRASIL - Lionel Messi boleh berjaya di Barcelona. Semua gelar terbaik di klub telah dinikmati pemain berpaspor Argentina ini.

Namun, bersama timnas Argentina senior, Messi belum pernah mempersembahkan gelar internasional semisal Piala Dunia.

Karena itu, Copa America 2021 merupakan pelipur lara bagi sang mega bintang, jika Argentina bisa mengatasi Brasil di final.

Pemain Argentina Lionel Messi (tengah) melakukan selebrasi bersama rekan setimnya Nicolas Gonzalez (kiri) dan Giovani Lo Celso setelah mencetak gol tendangan bebas ke gawang Chile dalam pertandingan fase grup turnamen sepak bola Conmebol Copa America 2021 di Stadion Nilton Santos di Rio de Janeiro, Brasil, pada 14 Juni 2021.
Pemain Argentina Lionel Messi (tengah) melakukan selebrasi bersama rekan setimnya Nicolas Gonzalez (kiri) dan Giovani Lo Celso setelah mencetak gol tendangan bebas ke gawang Chile dalam pertandingan fase grup turnamen sepak bola Conmebol Copa America 2021 di Stadion Nilton Santos di Rio de Janeiro, Brasil, pada 14 Juni 2021. (MAURO PIMENTEL / AFP)

26 September 2005, Lionel Messi diberikan paspor Spanyol, setelah 5 tahun tinggal di Catalan.

Lionel Messi saat itu berusia 18 tahun, dan memiliki dwi warga negara, Spanyol dan Argentina.

Dan, di tahun yang sama REFF (PSSI-nya Spanyol) mencoba merayu Lionel Messi untuk memperkuat Spanyol yang saat itu, sedang membangun skuat setelah hancur lebur di Piala Dunia 2002 dan Euro 2004.

Namun, Messi, merasa Argentina adalah rumahnya, keputusan yang akhirnya membuat Messi memperkuat Argentina.

16 tahun setelahnya, Lionel Messi menjadi sosok penting dan membawa beban berat ekspektasi sepak bola Argentina.

Baca juga: Gempa Bumi Kembali Guncang Jatim, BMKG Rilis Data Magnitudo

Baca juga: CHORD Gitar dan Lirik Lagu Aku Milikmu Malam Ini - Pongki Barata, Kupikir Kau Sudah Lupakan Aku

Selama ini, Lionel Messi belum memberikan gelar apapun untuk Argentina selain runner-up Piala Dunia dan Copa America,

Tentu, Lionel Messi akan terus dibandingkan dengan prestasinya di Barcelona.

Messi telah memenangkan 10 gelar La Liga dan empat Liga Champions bersama Barcelona, ​​ditambah rekor enam Ballon d'Or, di antara banyak trofi dan penghargaan tim dan individu lainnya.

Saat melawan Bolivia, pemain Argentina berusia 33 tahun itu memainkan pertandingan ke-148 untuk negaranya, memecahkan rekor penampilan sepanjang masa Javier Mascherano bersama Albiceleste.

Messi juga pemimpin assist sepanjang masa Argentina, dengan 44, dan pencetak gol terbanyak negaranya, dengan 75 gol.

Kaki Messi berdarah usai menerima tekel keras
Kaki Messi berdarah usai menerima tekel keras (TWITTER.COM/BARCAWORLDWIDE)

Tetapi di Copa América saat ini terlihat menguntungkan untuk final Argentina vs. Brasil, ini bisa menjadi peluang terbaik terakhir Messi untuk memenangkan gelar bagi Negaranya.

Argentina memenangkan grup mereka dan akan menang mengahdapi Ekuador di perempat final dan melewati Kolombia di babak Semifinal.

Meskipun prestasi Messi telah melampaui prestasi Diego Maradona dalam banyak hal, bayang-bayang mantan pemain nomor 10 itu masih membayangi mengingat Maradona memenangkan Piala Dunia 1986 untuk Argentina.

Bagi Messi, setelah begitu banyak pasang surut dengan tim nasional - pensiun dan comeback, pertengkaran dengan federasi dan rasa tidak hormat dari penggemar - mengejar kejayaan internasionalnya sendiri masih tetap menjadi penyemangat.

“Saya akan selalu hadir dan memperjuangkan impian saya, yaitu memenangkan gelar bersama Argentina,” kata Messi sebelum dimulainya Copa América di Brasil.

“Saya sudah dekat berkali-kali tetapi saya akan terus berusaha selama saya bisa.

Saya beruntung bisa memenangkan segalanya di level klub dan akan menyenangkan melakukan hal yang sama dengan Argentina.”

Ketergantungan tim pada kecemerlangan Messi tetap terlihat.

Dia jelas tak tergantikan, sama seperti Maradona.

Dalam pertandingan penyisihan grup terakhir Argentina melawan Paraguay, pelatih Argentina Lionel Scaloni membuat enam perubahan pada starting XI-nya untuk mengistirahatkan beberapa pemain kuncinya.

Sedangkan Messi? bermain penuh selama 90 menit.

“Kenyataannya adalah Messi telah memainkan setiap pertandingan dan sangat sulit untuk tidak mengandalkannya,” kata Scaloni setelah Argentina menang 1-0.

Lionel Messi sangat membutuhkan gelar juara Copa America 2021, dan apapun caranya dan apa yang harus dikorbankan, tentu akan dilakukannya.

Mengingat usia Messi yang kini berusia 33 tahun, Copa America bisa jadi adalah kesempatan terakhirnya.

(Tribunnews.com/Gigih)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Persembahan Lionel Messi Untuk Argentina di Copa America 2021 dan Lepas dari Bayangan Maradona, https://www.tribunnews.com/superskor/2021/07/08/persembahan-lionel-messi-untuk-argentina-di-copa-america-2021-dan-lepas-dari-bayangan-maradona?page=all.
Penulis: Gigih
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha

Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved