Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pastor Marcellus

Jenazah Pastor Marcellus Rarun Dimakamkan di Seminari Kakaskasen Tomohon

Jenazah pencipta lagu Alangkah Bahagianya Hidup Rukun dan Damai ini tiba di Kompleks Seminari Tomohon sekira pukul 12.30 WITA.

Tayang:
Penulis: Hesly Marentek | Editor: Chintya Rantung
Hesly Marentek/Tribun Manado
Penerimaan Jenazah Pastor Marcellus Rarun di Seminari Kakaskasen Tomohon. 

Peti jenazah berwarna putih di ruangan depan altar jadi fokus kesedihan. 

Kesanalah segala ratap dan pedih ditujukan.  Jenazah Marcellus terbaring di dalamnya.

Kontras dengan semesta di sisinya, jenazah Marcellus terlihat tenang. 

Wajahnya teduh. Terbaca kegembiraan seseorang yang akan bertemu dengan Tuhannya. 

Tuhan yang memberinya talenta musik yang luar biasa, yang kehadiranNya ia rasakan lewat nada indah di kepalanya.

Onesimus Rarun, adik Marcellus kepada Tribun Manado mengenang kakaknya sebagai seorang yang tegas tapi berhati lembut.

"Kalau misa ia mau disiplin. Yang bermain akan ia usir keluar," kata dia.

Ia mengatakan, sang kakak yang adalah pencipta lagu -  lagu gereja saat kecil tidak menampakkan bakat musik.

Ia justru nampak berbakat di seni Teater.

"Dia sering ikut drama. Bakat musiknya muncul saat sekolah seminari," kata dia.

Ia bercerita, salah satu inspirasi Marcellus membuat lagu Alangkah Bahagianya Hidup Rukun dan Damai adalahkeluarganya sendiri.

Pastor Marcellus adalah anak ke-7 dari 19 bersaudara. 

Seorang saudara Marcellus juga pastor. "Dia terinspirasi dari itu," katanya.

Bebernya, pastor Marcellus berhubungan baik dengan semua keluarganya. Dengan kakak adik, kemenakan hingga cucu. 

"Ia sudah serahkan hidupnya pada Tuhan. Tapi hubungan keluarga sangat mesra. Ia cinta anak anak," katanya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved