Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pastor Marcellus

Jenazah Pastor Marcellus Rarun Dimakamkan di Seminari Kakaskasen Tomohon

Jenazah pencipta lagu Alangkah Bahagianya Hidup Rukun dan Damai ini tiba di Kompleks Seminari Tomohon sekira pukul 12.30 WITA.

Tayang:
Penulis: Hesly Marentek | Editor: Chintya Rantung
Hesly Marentek/Tribun Manado
Penerimaan Jenazah Pastor Marcellus Rarun di Seminari Kakaskasen Tomohon. 

Tapi banyak yang belum tahu bahwa pencipta lagu dengan judul "Hidup Rukun dan Damai" itu ialah seorang Pastor Katolik.

Lagu itu dibuat di Salatiga tahun 1974 saat respita (peresapan spiritualitas imam-imam).

Ada peralihan penekanan kepada inkulturasi (masuk ke budaya setempat hasil konsili Vatikan kedua)

Di hadapan hampir dua ratus pastor, Pastor Marsel berjanji akan membuat model lagu yang sesuai dengan spirit Konsili Vatikan II (pembaharuan dan penyesuaian).

Di malam sekitar Bulan Juni atau Juli, Pastor Marsel mendapatkan inspirasi dan membuat lagu berdasarkan Mazmur 133.

Pencipta Lagu Alangkah Bahagianya Meninggal Usia 81 Tahun

Jenazah Pastor Marcellus Rarun MSC,
Jenazah Pastor Marcellus Rarun MSC, (Tribun Manado/Arthur Rompis)

Pastor Marcellus Rarun MSC, Pencipta lagu: Alangkah Bahagianya Hidup Rukun dan Damai meninggal dunia pada Selasa (6/7/2021).

Jenazah Pastor Marcellus disemayamkan di Gereja Santo Yohanes Penginjil di Desa Laikit, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Pastor Marcellus lahir pada 20 Januari 1940 dan meninggal dalam usia 81 tahun, 5 bulan 16 hari. 

Pastor Marcellus mengikrarkan kaul pertama dalam Tarekat MSC pada 15 Agustus 1963, berkaul-kekal pada 15 Agustus 1966 dan ditahbiskan imam pada 02 Agustus 1967.

Pastor Marcellus adalah pencipta lagu Misa Manado dan lagu "Alangkah Bahagianya Hidup Rukun dan Damai".

Marcellus Rarun meninggalkan legacy besar berupa  nyanyian Alangkah Bahagianya Hidup Rukun dan Damai. 
Inilah nyanyian yang jadi maskot kerukunan di Sulut. 

Alam seakan memahami jeritan pilu umat Katolik yang kehilangan sosok Pastor Marcellus.

Cuaca mendung sepanjang Selasa (6/7/2021).Hujan turun sejak sore. Awalnya rintik - rintik kemudian deras.

Di dalam Gereja Santo Yohanes Penginjil, keluarga Marcellus serta umat pelayat tenggelam elegi duka.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved