Berita Politik
Kata Pengamat Politik Sulut Terkai Koalisi Gerindra-Golkar di Pilpres 2024
Pengamat Politik Sulut Taufik Tumbelaka menyebut akan ada tantangan besar bagi PDI Perjuangan.
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Terkait desas desus koalisi Partai Golkar dan Gerindra di Pilpres 2024, Pengamat Politik Sulut Taufik Tumbelaka menyebut hal ini akan menjadi tantangan besar bagi PDI Perjuangan.
Menurut Tumbelaka, ini dikarenakan belum ada figur lain yang memilki pamor politik sekuat Jokowi dan hasil Pilpres yang lalu walaupun figur pasangan usungannya menang namun tidak sedikit daerah-daerah yang gagal ditaklukan oleh PDI Perjuangan.
• Prakiraan Cuaca 33 Kota di Indonesia, Info BMKG untuk Selasa 6 Juli 2021
• Nasib Pria yang Bunuh Pengusaha Emas Terancam Hukuman Seumur Hidup, Bagaimana dengan Istri Korban?
• Daerah-daerah yang Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang, Info BMKG Selasa 6 Juli 2021
"Otomatis kedepan PDI Perjuangan untuk Pilpres harus cekatan dalam hal melakukan pendekatan koalisi dikarenakan jika Gerindra dengan Sang Ikon, Prabowo Subianto akan bertarung maka berpotensi koalisi PDI Perjuangan dengan partai politik (parpol) lain akan "pecah kongsi"," beber Tumbelaka kepada Tribun Manado.
Lanjutnya, disini Partai Golkar (PG) bisa saja mencari peluang koalisi dengan parpol lain yang para petingginya adalah 'alumni' PG.
Hal ini berpeluang terjadi dikarenakan PG dan para 'alumni' yang tersebar di berbagai parpol qkan melakukan kalkulasi posisi politik pasca Pilpres 2024.
"Karena tidak ada petahana maka dapat dikatakan para politisi tertentu akan meneropong siapa yang akan didukung dengan target Presiden 2 periode," sebutnya.
Disatu sisi, Ini juga terkait fenomena 2 dekade terakhir terjadi 2 periode jabatan Presiden pada masa SBY dan Jokowi.
"Secara logika konstelasi dan dinamika Pilpres di level nasional tidak akan sama persis dengan level Sulut namun yang pasti dalam menghadapi hajatan politik tahun 2024, PDI Perjuangan di Sulut harus mewaspadai berkurangnya soliditas internal," ungkap Tumbelaka.
Hal ini, sebutnya, terkait telah banyaknya figur menonjol dari PDI Perjuangan di Sulut yang membuka munculnya potensi terjadi persaingan faksi dalam fraksi PDI Perjuangan.
"Dapat dikatakan tantangan terbesar PDI Perjuangan adalah menjaga dinamika internal, jika tetqp solid maka kekuatan politik diluar PDI perjuangan perlu melakukan koalisi besar guna mengimbangi dan menciptakan itu tidak mudah," pungkas Tumbelaka. (Mjr).
• Awal Juni, Polsek Malalayang Manado Dapati Puluhan Pelanggaran Kamtibmas dan Prokes
• Doa Sepertiga Malam, Dibaca Setelah Amalan Sunah, Bacaan Lengkap Latin, Arab dan Indonesia
• Sulut Kembangkan Masterplan Integrasi Pariwisata, Likupang Ditopang Destinasi Penyanggah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/taufik-tumbelaka-43344.jpg)