Breaking News:

Berita Sulut

BI Sulut: Tekanan Inflasi Juni 2021 Rendah Setelah Hari Raya Keagamaan

Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Manado mencatatkan inflasi sebesar 0,07 persen (mtm).

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
fernando lumowa/tribun manado
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Arbonas Hutabarat berbicara dalam High Level Meeting TPID Kota Manado beberapa waktu lalu. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Manado mencatatkan inflasi sebesar 0,07 persen (mtm).

Sementara, IHK Kota Kotamobagu mengalami deflasi sebesar 0,09 persen (mtm).

Secara tahunan, inflasi Manado dan Kotamobagu pada Juni 2021 masing-masing tercatat sebesar 2,41 persen (yoy) dan 2,00 persen (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Arbonas Hutabarat mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa angka inflasi keduanya masih berada dalam rentang target inflasi nasional 3±1 persen (yoy).

"Inflasi tahunan kedua kota tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan nasional sebesar 1,33 persen yoy," ujar Arbonas kepada Tribun Manado, Jumat (02/07/2021).

Bila dilihat lebih detail, IHK Manado digerakkan oleh empat kelompok pembentuk inflasi.

Dari empat kelompok tersebut, kelompok Transportasi dan kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya menjadi sumber tekanan inflasi utama meski masih relatif rendah.

Kedua kelompok tersebut memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,06 persen (mtm) dari total inflasi bulanan kota Manado sebesar 0,07 persen (mtm).

Dari Sisi transportasi, kenaikan IHK tarif angkutan udara sebesar 2,11 persen (yoy) satu satunya komoditas yang bergerak signifikan pada kelompok tersebut.

"Kenaikan ini sejalan dengan dengan kenaikan mobilitas masyarakat melalui angkutan udara pada bulan Juni terutama sejak kebijakan larangan mudik berakhir pada Mei 2021," katanya.

Hal ini juga diindikasikan Oleh kenaikan angka rata-rata google mobility report pada komponen transit yang pada Mei tercatat -34 persen menjadi -11 persen pada Juni 2021.

Sementara itu, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Iainnya mengalami pergerakan didorong Oleh kenaikan IHK komoditas emas perhiasan sebesar 2,63 persen (mtm).

Kenaikan komoditas ini sejalan dengan kembali meningkatnya ketidakpastian terkait risiko pengendalian pandemi.

Di Sisi Iain, kenaikan tekanan inflasi di Manado tertahan Oleh penurunan terbatas IHK kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang secara agregat memberikan kontribusi sebesar 0,02 persen (mtm) terhadap total inflasi Manado.

Terbatasnya tekanan inflasi kelompok tersebut terutama dipengaruhi penurunan IHK komoditas strategis cabai rawit dan bawang merah.

Namun demikian, masih terdapat komoditas yang mengalami kenaikan seperti komoditas perikanan dan tomat.

Berbeda dengan Manado, Kotamobagu pada Juni 2021 tercatat mengalami deflasi meski dengan besaran yang relatif rendah.

Penurunan IHK Kotamobagu terjadi akibat penurunan harga kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang relatif berdampak lebih besar.

IHK Makanan, Minuman dan Tembakau memberikan kontribusi deflasi sebesar 0,21 persen (mtm) dari total deflasi umum Kotamobagu sebesar 0,09 persen (mtm).

Berbeda dengan Manado, komoditas perikanan cenderung mengalami penurunan pada Juni 2021 di Kotamobagu.

Ikan cakalang, ikan Malalugis, ikan Bobara dan ikan asin teri merupakan beberapa komoditas perikanan yang mengalami deflasi dengan total kontribusi deflasi sebesar 0,57 persen (mtm).

Sedangkan komoditas strategis BARITO di Kotamobagu memiliki pergerakan relatif sama dengan di Manado.

Namun demikian, kenaikan komoditas bayam, daun bawang, kangkung dan minyak goreng menjadi faktor penahan deflasi yang lebih dalam.

Adapun kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya juga memberikan tekanan inflasi sebagaimana di Manado.

Namun demikian, faktor pendorong kenaikan kelompok tersebut lebih beragam di Kotamobagu.

Kenaikan IHK komoditas sabun mandi, pasta gigi, sampo, sabun wajah, emas perhiasan dan tisu menjadi komoditas penyumbang tekanan inflasi kelompok ini dengan kontribusi sebesar 0,05 persen (mtm).

Menanggapi pergerakan IHK Manado dan Kotamobagu, BI dan TPID Sulut memandang bahwa pergerakan IHK di tidak terlepas dari aktivitas masyarakat Sulut.

Tren kenaikan aktivitas masyarakat memberikan indikasi peningkatan realisasi permintaan masyarakat Sulut.

"Peningkatan realisasi permintaan tersebut juga tercermin dari pola tekanan inflasi Sulut yang mulai mendekati pola historisnya di mana tekanan inflasi cenderung rendah setelah periode perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional," jelas Arbonas.(ndo)

Baca juga: Steven Kandouw Ingatkan Pengeloaan Hibah Keuangan ke KONI, Perkenalkan Bendahara Baru

Baca juga: Wali Kota Bitung Maurits Mantiri dan Bupati Minut Joune Ganda Olahraga Zumba di Polairud

Baca juga: Pemkab Bolsel Terima 109 Tenaga Kesehatan di CPNS 2021

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved