Apa Itu
Apa Itu Stunting? Kini Jadi Isu Besar di Dunia Kesehatan Indonesia, Apa Dampaknya pada Anak?
Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Apa Itu Stunting?
Stunting adalah kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umurnya.
Mudahnya, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.
Banyak yang tidak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan tubuh si kecil.
Stunting telah menjadi isu besar di Indonesia maupun di seluruh dunia.
Stunting pada anak tak hanya memberi dampak besar terhadap tumbuh kembang mereka, baik dari sisi kesehatan, maupun psikologis.
Hal itu terkuak dalam talkshow peringatan Hari Keluarga Nasional 2021 yang mengambil tema Keluarga Keren Cegah Stunting, yang diselenggarakan secara daring oleh Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia dan BKKBN, Selasa (29/6/2021).
Dalam acara yang juga dihadiri Kepala BKKBN Hasto Wardoyo ini, Ketua Satgas Stunting Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Hartono Gunardi, SpAK, mengatakan bahwa masalah stunting pada anak sangatlah penting.
• Apa itu PPKM Darurat? Kebijakan Baru untuk Tekan Covid-19, Disebut-sebut Langkah yang Diambil Jokowi
Lantas, apa itu stunting?
Dalam pengertian yang sederhana, menurut Prof Hartono, stunting yakni saat panjang badan atau tinggi badan seorang anak terhadap usianya itu kurang dari minus dua standar deviasi kurva pertumbuhan anak dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Sedangkan dalam batasan lebih luas lagi, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, karena mal nutrisi kronis atau infeksi kronis, serta stimulasi psikososial yang tidak memadai," jelas Prof Hartono.
Seorang anak disebut mengalami stunting dalam masa pertumbuhannya, diukur dari panjang badan atau tinggi badannya yang kurang dari minus dua standar deviasi kurva WHO.
Prof Hartono mengungkapkan bahwa hal itu bisa dilihat dari catatan dalam buku kesehatan ibu dan anak.
Dalam buku tersebut, anak usia kurang dari 2 tahun, ukuran tubuh disebut panjang tubuh, sedangkan pada anak usia 2 tahun ke atas disebut dengan tinggi badan.