Kabar Papua
Jubir OPM Provokasi Warga Papua 'TNI-Polri Menipu Kamu akan Selamat', Dibalas Kapen Kogabwilhan
OPM seruhkan provokasi kepada warga Papua agar tak mempercayai aparat TNI-Polri. Sebut aparat telah menipu.
Ia menekankan bahwa di wilayah Papua tidak mengenal yang dinamakan konflik perang.

Menurutnya, setiap kejadian yang terjadi merupakan bagian dari gerakan teror OPM.
Terlebih, TNI mengklaim bahwa mereka sudah semakin terpojok saat ini.
"Biar saja dia (OPM) bicara semaunya. Sampai saat ini, tidak ada wilayah konflik perang,
yang ada gerakan teroris OPM yang saat ini semakin menyempit karena kemanapun bergerak selalu diburu aparat TNI-Polri," kata Gusti seperti dikutip CNN Indonesia, Jumat (25/6) malam.
Kolonel Gusti Nyoman menyatakan bahwa masyarakat Papua kini semakin memperlihatkan perlawanannya terhadap kelompok separatis bersenjata yang kini ditetapkan sebagai teroris oleh pemerintah.
Menurutnya, masyarakat kini tak dapat termakan dengan propaganda OPM yang selalu bertindak di luar hukum dan malah membunuh rakyat Papua itu sendiri.
"Hal ini menunjukkan betapa marahnya rakyat melihat kebrutalan dan tindakan semena-mena OPM," tandasnya.
KKB, sebelumnya diduga menggencarkan serangan dengan menembak lima tukang bangunan yang bertugas membangun jembatan Kali Kuk, Kampung Samboga, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo pada Kamis (24/6) lalu.
Di antara lima orang tersebut, empat dinyatakan meninggal dunia.
Salah satu korban tak sempat mendapat perawatan usai terluka akibat serpihan kaca mobil.
Dalam insiden tersebut, diketahui KKB yang berjumlah sekitar 30 orang menembak rombongan truk para pekerja.
Mereka disatroni menggunakan berbagai senjata.
Mulai dari senjata tajam, anak panah, kapal, parang, samurai, hingga senjata api laras panjang.
Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun polisi,
terdapat empat pekerja lain yang disandera oleh KKB dan belum diketahui lokasinya hingga saat ini.
(*)