Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sains

Kepler-442b, Sebuah Planet yang Mempunyai Atmosfer Seperti yang Dimiliki Bumi, Layak Dihuni Manusia?

Ternyata kondisi seperti Bumi di planet yang berpotensi layak huni jauh lebih langka dari yang diperkirakan sebelumnya.

Editor: Rizali Posumah
CC BY-SA 4.0/Wikimedia
Komparasi Kepler-221b (kiri) dengan Bumi (kanan). 

Lantaran, bintang seperti itu tidak menyediakan energi yang cukup dalam rentang panjang gelombang yang benar.

Meski demikian, peristiwa oksigeniknya masih dimungkinkan, tetapi planet-planet seperti itu tidak dapat mempertahankan biosfer yang kaya.

Sedangkan pada bintang katai merah, yang suhunya sepertiga dari suhu Matahari juga kurang lebih sama.

Bintang katai yang suhunya lebih dingin, mustahil dapat memberikan intensitas panjang gelombang yang tepat untuk mengaktifkan fotosintesis.

"Karena katai merah adalah jenis bintang yang umum di galaksi kita, hasil ini menunjukkan bahwa kondisi seperti bumi di planet lain mungkin jauh lebih jarnag dari yang kita harapkan," kata Covone, dikutip dari rilis.

Covone menambahkan, bintang yang lebih terang hingga 10 kali lebih banyak dari kisaran Matahari, akan lebih baik untuk menghasilkan banyak energi.

Tetapi umumnya tidak cukup lama untuk kehidupan yang kompleks seperti yang ada di Bumi agar bisa berkembang.

"Studi ini menempatkan batasan kuat pada ruang parameter untuk kehidupan yang kompleks, jadi sayangnya tampaknya "titik manis" untuk menampung biosfer mirip Bumi yang kaya tidak begitu luas," ujar Covone.

Dalam laporan Covone dan tim, hanya ada satu dari planet yang diteliti yang hampir menerima radiasi bintang. Radiasi ini diperlukan diyakini dapat menopang biosfer yang besar.

Planet itu adalah Kepler-442b, sebuah planet berbatu yang massanya sekitar dua kali massa Bumi, dan mengorbit bintang yang cukup panas yang disebut tipe-K, atau Kepler-22. 

"Jadi, kemungkinan besar biosfer Kepler-442b tidak terbatas cahaya," tulis para peneliti. "Perlu juga diperhatikan bahwa Kepler-442b tidak terkunci secara pasang surut dan mengorbit bintang tipe-K."

"Hal ini membuat planet ini menjadi target yang menjanjikan untuk pencarian tanda-tanda kehidupan, karena Cuntz & Guinan (2016) telah menunjukkan bahwa bintang tipe-K menyediakan lingkungan sirkumstellar yang menguntungkan bagi kehidupan."

Para peneliti memberi catatan mengenai pertimbagan cahaya bintang dan kehidupan. Yakni, produksi biomassa di Bumi tidak dibatasi oleh jumlah baiknya kualitas radiasi yang masuk, melainkan ketersediaan nutrisi yang dimiliki. 

Sehingga mereka berpendapat, planet ekstrasurya dengan nilai kuntatitas rendah sebenarnya bisa saja menampung biosfer sebanding dengan di planet kita. Tetapi bisa saja standarnya berbeda dengan yang ada di Bumi kita.

Covone menambahkan, "Studi ini menempatkan batasan kuat untuk ruang parameter pada kehidupan yang kompleks. Jadi sayangnya, tampaknya "titik manis" untuk menampung biosfer mirip Bumi yang kaya tidak begitu luas [di angkasa luar]."

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved