Berita Mitra
Persoalan Jaringan Jadi Keluhan Panitia PPDB SMA N 1 Pusomaen Mitra
provider yang terbatas juga kerap menjadi alasan bagi para calon siswa. Belum lagi harga kuota internet yang relatif tidak terjangkau bagi orang tua.
Penulis: Kharisma Kurama | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado – Tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Bumi Nyiur Melambai nampaknya belum berjalan mulus.
Itu menyusul sejumlah kendala yang dihadapi sekolah dan peserta didik.
Kejadian ini terjadi di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Salah satunya yang terjadi dialami panitia PPDB Sekolah Menengah Atas (SMA) N 1 Pusomaen.
Hal itu dibeber Rizky Ganap, Panitia PPDB SMA N 1 Pusomaen. Menurutnya, kendala paling berarti salah satunya adaah persoalan jaringan yang belum mumpuni di wilayah kecamatan Pusomaen.
“Memang untuk salah satu kendala berarti yang banyak dikeluhkan adalah persoalan jaringan yang masih belum bisa dijangkau kebanyakan masyarakat di sini (kecamatan Pusomaen, red),” jelasnya.
Selain itu, provider yang terbatas juga kerap menjadi alasan bagi para calon siswa. Belum lagi harga kuota internet yang relatif tidak terjangkau bagi para orang tua.
“Kalau di sini yang boleh terbilang jaringan bagus itu cuman satu provider. Tapi, harga kuotanya terlalu mahal, sehingga masih menjadi beban bagi calon siswa,”
Ia menjelaskan, hal ini berdampak pada pengisian formulir online yang tidak bisa diakses oleh sebagian calon siswa SMA N 1 Pusomaen.
Meski begitu, ia mengaku pihaknya selalu siap untuk memberikan bantuan bagi para calon siswa yang kesulitan.
“Sebenarnya sekolah boleh bantu, asalkan para orang tua atau siswa datang melapor. Jadi sekolah akan meminjamkan fasilitas serta membantu untuk petunjuk pengisian,” jelasnya.
Namun, karena akses informasi yang terbilang belum bisa dijangkau semua orang, maka tak sedikit masyarakat yang tidak mengetahui informasi ini.
“Kami sudah menyosialisasikan itu di sosial media, tapi karena masih banyak yang belum menggunakan gadget berbasis android dan memiliki sosial media, jadi informasi ini kadang tidak bisa ditangkap oleh sebagian kalangan,” paparnya.
Meski begitu, pihaknya tak kehilangan akal. Seolah paham dengan hasrat belajar para kaum muda, SMA N 1 Pusomaen akhirnya membuka pendaftaran secara offline.
“Jadi karena itu ada yang terlambat. Dan, kami menampung mereka dengan sistem offline. Tentu saja dengan mematuhi protokol Kesehatan,” timpalnya.
Selebihnya, bagi para peserta seleksi yang dinyatakan diterima, akan mengikuti tahapan selanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/panitia-ppdb-sma-n-1-pusomaen-saat-menerima-calon-siswa-dengan-mengenakan-protokol-kesehatan.jpg)