Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Manado

Kisah Sedih PSK Remaja Manado: Mama Hobi Kawin, Papa Entah di mana

"Orang tua mereka dipanggil," kata Kadis DP3A Esther Mamangkey melalui Jeane, salah satu anggota tim kepada Tribun Manado, Jumat (25/6/2021).

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Tribun Lampung
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Tubuh tiga wanita ini mungil. Usia mereka masih 15-an. Ketiganya bukan pelajar. Tapi PSK.

Tengah beroperasi di salah satu area di pusat kota Manado Kamis (24/6/2021) malam, ketiganya kena sidak oleh tim Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Manado.

Tiga PSK remaja ini lantas dibawa ke kantor DP3A Manado untuk diberi pembinaan.

Pada awalnya, ketiga remaja ini terlihat santai. Seolah ketangkap sidak hal biasa.

Satunya malah tersenyum. Seorang lainnya asyik utak atik ponsel sambil memainkan mata.

Keadaan berubah saat petugas mengatakan akan memanggil orang tua mereka.

Mereka bertiga nampak pucat pasi, bermuram durja dan ketakutan. Wajah mereka yang semua datar menatap dunia, kini tertunduk lesu.

"Orang tua mereka dipanggil," kata Kadis DP3A Esther Mamangkey melalui Jeane, salah satu anggota tim kepada Tribun Manado, Jumat (25/6/2021) di Pemkot Manado.

Pelacuran remaja memang marak di Manado

Seorang PSK remaja lain yang diwawancarai Tribun Manado di TKB Selasa lalu membeber triknya menarik pelanggan.

"Saya akan duduk di sini dengan pasang pose menantang. Pasti ada lelaki yang datang. Disitu saya buka harga. Biasanya mereka om om," kata katanya.

Ia mengungkap tarifnya 300 ribu sekali main. 

Boleh nego. Mainnya di sebuah  hotel berbintang di kota Manado.

"Kami patungan sewa kamar. Lalu eksekusinya di sini," kata dia.

Akunya sudah sulit main di TKB. Karena ada penjaga dan malam sudah diterangi lampu. Apakah masih sekolah ?

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved