Torang Kanal
Mahasiswi Cantik Veisy Dianty Lengkey Tolak Tambang Emas Sangihe
Penolakan terhadap realisasi tambang emas di Sagihe mendapat banyak dukungan, mulai dari warga lokal hingga ke sebagian masyarakat Indonesia
Penulis: Andreas Ruauw | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Penolakan terhadap realisasi tambang emas di Sagihe mendapat banyak dukungan, mulai dari warga lokal hingga ke sebagian masyarakat Indonesia.
Salah satunya dari kalangan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang bernama Veisy Dianty Lengkey.
Gadis kelahiran Kologan, 4 Agustus 1994 ini dengan tegas menolak pembangunan Tambang Emas Sagihe.
Ia mengaku menyatakan kepedulian terhadap masyarakat di Sangihe, 60 persen daerah mereka telah terancam dirusak oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
Baca juga: Lanjutkan Instruksi Kapolri, Tim Binmas Polda Sulut Lakukan Penilaian Posko PPKM Mikro
"Saya meminta gubernur mencabut izin PT TMS, serta meminta gubernur dan DPR memperbaiki perda terkait tambang agar permasalahan seperti PT TMS tidak terulang lagi," ujar anak pertama dari dua bersaudara ini.
Sebelumnya, pemilik akun instagram @veisydianty mewakili masyarakat menyiarakan aspirasi kepada pemerintah.
Menurut dia, apa pun itu, pihaknya masih konsisten menolak kehadiran tambang emas di Sangihe.
"Saat ini kita suarakan hak-hak masyarakat Sangihe diperjuangkan," tegasnya.
Ia pun menyampaikan dengan tegas menolak tambang emas.
"Kami tidak mau hilang dari sejarah. Kami tidak ingin anak-cucu kita hanya membaca Sangihe di atas buku," katanya
Baca juga: Masih Ingat Vinessa Inez? Jadi Janda di Usia 2 Tahun, Kini Banting Tulang Hidupi Anak Tunggalnya
Baca juga: Ingat Farah Puteri Nahlia, Anak Irjen Fadil Imran? Kembali Jadi Sorotan, Kini Tentang Menhan Prabowo
YOUTUBE TRIBUN MANADO: