Breaking News:

Vaksinasi Covid

TP PKK Kota Bitung Dukung Semua yang Terlibat Melakukan Percepatan Vaksinasi Covid-19

Rita Mantiri Tangkudung Ketua Tim Penggerek (TP) PKK Kota Bitung, memantau secara langsung jalannya pelaksanaan vaksinasi massal covid-19

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Christian Wayongkere
Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) cabang Santo Antonius de Padua Girian, memantau jalannya vaksinasi covid 19 di SD Katolik Stella Maris Girian juga melibatkan Puskesmas Girian Weru. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Ny Rita Mantiri Tangkudung Ketua Tim Penggerek (TP) PKK Kota Bitung, memantau secara langsung jalannya pelaksanaan vaksinasi massal covid-19 jenis AstraZeneca yang digelar Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) cabang Santo Antonius de Padua Girian, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin (21/6/2021).

Rita Tangkudung didampingi jajaran Pokja IV bidang kesehatan TP PKK Kota Bitung mengapresiasi dan memberi penghargaan yang tinggi kepada WKRI atas kontribusinya mendukung program pemerintah pusat, provinsi Sulut dan Kota Bitung terkait percepatan vaksinasi covid 19.

"Ini kegiatan positif yang sangat baik sekali, butuh suport dan dukungan dari semua pihak baik pemerintah, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan,organisasi gereja, tokoh agama dan tokoh masyarkat serta lainnya untuk mengajak masyarakat melakukan vaksinasi covid 19," kata Rita Tangkudung, Senin (21/6).

Lanjut Rita Tangkudung, apa yang dilakukan WKRI sejalan dengan program kerja pokja IV TP PKK Kota Bitung dalam mendukung upaya percepatan pemberian vaksinasi covid 19 di kota Bitung.

Baca juga: Peringati HUT ke-97, Wanita Katolik Republik Indonesia Gelar Vaksinasi Covid dan Bagi Masker Gratis

Terpisah Wali kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM mengatakan, terkait dengan percepatan pemberian vaksinasi covid-19 untuk masyarakat kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), kini sudah menyasar seluruh masyarakat umum usia 18 tahun ke atas dan tidak ada batasan lagi.

"Yang lalu kenapa ada batasan, karena target awal pemerintah untuk tenaga kesehatan, pelayan publik, TNI Polri, kepala perangkat daerah, ASN, THL, tokoh masyarakt dan tokoh agama serta mereka yang bergelut atau bersentuhan langsung dengan publik alias orang banyak," tutur Maurits Mantiri.

Maurits Mantiri berharap seluruh pihak, bukan hanya pemerintah mendorong masyarkat untuk di vaksinasi covid 19. Khususnya kepada kepala lingkungan (pala), ketua RT, lurah dan camat yang paling tau dengan wilayahnya untuk mengecek warga yang belum di vaksin untuk diberikab suntikan vaksin.

Dalam melaksanakan program vaksinasi dan program lainnya, Maurits mendapati ada faktor atau alasan yang mengemuka terkait kenapa tidak mau di vaksin.

"Kalau mau banyak cara, tidak mau banyak alasan. Orang yang mau banyak cara di temukan, orang yang tidak mau banyak sekali alasan dan segala macam teori hingga pengalam buruk yang di utarakan bukan prestasi dan prestisius," tegasnya.

Sementara itu terkait dengan ketersediaan vaksin, kata Maurits pihaknya selalu di kontral langsung oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey melakukan pengecekan dan koordinasi ketersediaan stok.

TP PKK Kota Bitung bersama Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) cabang Santo Antonius de Padua Girian, memantau jalannya vaksinasi covid 19 di SD Katolik Stella Maris Girian juga melibatkan Puskesmas Girian Weru.
TP PKK Kota Bitung bersama Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) cabang Santo Antonius de Padua Girian, memantau jalannya vaksinasi covid 19 di SD Katolik Stella Maris Girian juga melibatkan Puskesmas Girian Weru. (Tribun manado / Christian Wayongkere)
Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved