Kabar Israel
Penyebab Israel Khawatir Ebrahim Raisi Terpilih Jadi Presiden Iran
Ebrahim Raisi memang sudah diprediksi menang karena mendapat dukungan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
Penerus Trump, Joe Biden, telah mengisyaratkan kesiapannya untuk kembali ke kesepakatan itu.
Negara-negara lainnya termasuk China, Rusia, Inggris, Perancis, dan Jerman, belum lama ini di Wina telah menegosiasikan kembalinya perjanjian nuklir.
Sementara itu Israel dan Iran adalah musuh bebuyutan. Israel selalu menentang perjanjian nuklir, yang dikatakan dapat membuat Iran mengembangkan senjata nuklir.
Pergantian PM Israel pekan lalu setelah tergulingnya Benjamin Netanyahu, juga tidak mengubah pandangan mereka tentang masalah ini.
Dalam reaksi awal terhadap kemenangan Raisi, Kementerian Luar Negeri Israel pada Sabtu malam (19/6/2021) berkata, masyarakat dunia harus waspada karena komitmen presiden baru Iran itu terhadap program nuklir militer yang berkembang pesat.
Ia juga menggambarkan Raisi sebagai presiden paling ekstremis Iran hingga saat ini.
Namun Iran selalu membantah mereka membuat senjata nuklir.
Sosok Ebrahim Raisi
Melansir Alarabiya, Ebrahim Raisi as-Sadati itu lahir di di Kota Masyhad, Provinsi Razavi Khorasan pada 14 Desember 1960.
Ayahnya merupakan seorang pemuka agama dan meninggal saat Ebrahim berusia lima tahun.
Tak lama sebelum Revolusi 1979, Ebrahim mengenyam pendidikan agama di Kota Qom.
Saat berusia 15 tahun, ia telah berguru ke sejumlah ulama terkenal, seperti Ali Meshkini, Hossein Nouri Hamdani, dan Abul Qasim Khazali.
Kariernya dimulai sejak usia 20 tahun saat ia menjadi Jaksa di Kota Karaj pada 1980.
Ia ditugaskan ke beberapa ke kota, termasuk Kota Hamdan (1982) dan Teheran (1984) hingga 1990-an.
Ebrahim Raisi adalah seorang hakim sekaligus ulama Syiah garis keras yang berusia 60 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/presiden-iran-terpilih-di-pemilu-iran-2021-237443.jpg)