Breaking News:

Berita Sangihe

Tolak Pertambangan di Kepulauan Sangihe, Relawan Save Sangihe Unjuk Rasa di Depan Zero Point

Relawan Save Sangihe bersama koalisi aktivis lingkungan Manado melakukan aksi unjuk rasa, Jumat (18/6/2021)

Penulis: Isvara Savitri | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Isvara Savitri
Aksi unjuk rasa yang dilakukan Relawan Save Sangihe dan koalisi aktivis lingkungan Manado menolak PT Tambang Mas Sangihe beroperasi di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Aksi tersebut dilakukan di Tugu Zero Point, Wenang, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (18/6/2021) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Relawan Save Sangihe bersama koalisi aktivis lingkungan Manado melakukan aksi unjuk rasa, Jumat (18/6/2021).

Unjuk rasa tersebut dilakukan di Tugu Zero Point, Wenang, Manado, Sulawesi Utara.

Unjuk rasa yang diikuti oleh 30 orang tersebut sudah dilakukan sejak Rabu (16/6/2021).

Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) Jendri Ridwan Gurumias (32), aksi tersebut akan dilakukan hingga Sabtu (19/6/2021).

Baca juga: Tiba di Yogyakarta, Sulut United Langsung Latihan di Lapangan Kenari 

Aksi tersebut menolak PT Tambang Mas Sangihe yang akan mendirikan tambang mas di Kepulauan Sangihe sebesar 60 persen.

"Kegiatan pertambangan akan merugikan warga karena limbahnya langsung ke laut. Mata pencaharian warga yang sebagian besar nelayan bisa hilang," jelas Jendri.

Selain itu, Kepulauan Sangihe rentan terkena bencana karena wilayahnya yang kecil yaitu 737 kilometer persegi.

Sesuai UU Nomor 1 Tahun 2014, disebutkan bahwa pulau-pulau yang besarnya di bawah 2000 kilometer persegi tidak boleh ditambang.

Jendri berharap dengan adanya aksi ini, PT Tambang Mas Sangihe membatalkan pertambangan tersebut.

"Mata pencaharian warga Sangihe ada dua, yaitu nelayan dan petani. Karena sasaran pertambangan dua, yaitu hutan dan laut, nanti nelayan tidak punya mata pencaharian lagi," ujar Jendri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved