Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tribun Bakudapa

Pernikahan Dini Bukan Solusi, Ini Penjelasan Aktivis GPS di Tribun Bakudapa

Tribun Bakudapa menghadirkan dua bintang tamu Ir Debby Momongan MMin selaku aktivis Gerakan Perempuan Sulut

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado
Tribun Bakudapa bersama aktivis GPS 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Tribun Bakudapa menghadirkan dua bintang tamu Ir Debby Momongan MMin selaku aktivis Gerakan Perempuan Sulut (GPS) dan lembaga pendampingan "Terung Ne Lumimu'ut", serta Gifliyani Najoan MTh selaku aktivis GPS.

Tribun Bakudapa ini dengan topik Perkawinan Anak, Kekerasan Seksual dan Pelanggaran Hak Anak.

Dipandu oleh jurnalis senior Tribun Manado Aswin Lumintang.

Dalam acara ini perbincangan secara tanya jawab.

Baca juga: Cerita Wali Kota Bitung Maurits Mantiri Jadi Juara Game Online Onet

Tribun Manado : Terkait Perkawinan anak apa sebenarnya yang menjadi perosalan sehingga ini ditentang oleh GPS?

Debby Momongan : Perkawinan anak di Indonesia masih sangat tinggi sesuai survey 2020.

Pada usia 18 tahun seseorang belum dewasa untuk masuk dalam pernikahan.

Namun, perlu diketahui banyak dampak dari pernikahan usia anak ini.

Pada umumnya perempuan menikah di usia muda akan menjadi korban kekerasan.

Sedangkan laki-laki setelah menikah di usia muda akan menjadi pelaku kekerasan.

Gifliyani Najoan: Batas minimal usia perkawinan dalam undang-undang sekarang minimal 19 tahun.

Ada beberapa aspek yang berpengaruh dan harus dikaji.

Kalau ada pernikahan usia dini atau usia anak banyak ditemui perkawinan di luar nikah, karena tidak ada pilihan keluarga terpaksa menikahkannya.

Pertanyaan besar bagaimana anak yang dilahirkan di usia muda dan belum lagi dengan kasus-kasus yang terjadi anak-anak yang hamil karena korban pemerkosaan dan harus dipaksa untuk menikah dengan pelaku bagaimana nasib anaknya.

Baca juga: DPRD Minahasa Studi Banding Manajemen Pengelolaan Pasar di Manado

Tribun Manado: Bagaimana tokoh agama mendorong agar pernikahan anak sebisa mungkin tidak dilakukan?

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved