Berita Minut
DLH Minahasa Utara Motori Pembentukan Taman Kehati Kaki Dian
Taman Kehati Kaki Dian dipercepat agar Minahasa Utara memiliki Taman Kehati pertama sesuai salah satu target program Kementerian Lingkungan Hidup.
Penulis: maximus conterius | Editor: maximus conterius
MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Utara menjadi motor penggerak terbentuknya Forum Kaki Dian.
Forum ini akan bekerja untuk mengawal pembangunan Taman Kehati yang berlokasi di kawasan Kaki Dian, Airmadidi, Sulawesi Utara.
Taman ini diproyeksi sebagai kawasan perlindungan, penelitian, pendidikan, dan wisata alam.
Forum Kaki Dian dibentuk dalam kegiatan workshop di Restoran KNT, Matungkas, Minahasa Utara, Jumat (11/6/2021).
Dinas Lingkungan Hidup Minahasa Utara menggandeng sejumlah pihak yang turut berperan dalam edukasi ekologis, yakni PT Tirta Investama Airmadidi dan Manengkel Solidaritas.
Workshop pembentukan forum tersebut turut dihadiri perwakilan dari Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado, Dinas Pendidikan Minahasa Utara, Dinas Pariwisata Minahasa Utara, Perusahaan Umum Daerah Klabat, Asosiasi Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) Sulawesi Utara, serta KMPA Tunas Hijau.
Mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Minahasa Utara, Kepala Bidang Penaatan dan Penataan Lingkungan Hidup Audi Andres mengatakan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara sangat mendukung setiap mitra yang akan melakukan pengelolaan lahan atau kawasan untuk tujuan perlindungan dan pengelolaan secara berkelanjutan.
Immanuel Adoeng dari PT Tirta Investama Airmaididi berharap keberadaan Taman Kehati dapat memberikan manfaat untuk masyarakat sekitarnya.
Pihaknya juga akan menunjang keberadaan kawasan Kaki Dian sebagai salah satu ikon wisata Minahasa Utara.
Ia menekankan pentingnya peran kolaboratif pihak-pihak terkait (stakeholder) dalam mewujudkan pengembangan Taman Kehati.
Dalam workshop tersebut, Audi Andres juga menyampaikan materi tentang peran pemerintah dalam pengelolaan Taman Kehati.
Pemateri lainnya, Diah Irawati D Arini dari BP2LHK memaparkan materi tentang potensi keanekaragaman hayati di Taman Hutan Aqua Lestari yang merupakan hasil penelitian di kawasan tersebut yang telah dilakukan sejak 2017 hingga 2021.
Ada juga materi yang disampaikan secara daring melalui telekonferensi video.
Pertama oleh Program Manager Konservasi Danone Indonesia Arman Abdul Rohman yang membawakan materi konservasi dan keanekaragaman hayati Danone Indonesia.
Yang kedua oleh Nana Rahadian dari Yayasan Rekonvasi Bhumi yang membawakan materi tentang pentingnya peran para pemangku kepentingan dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/forum-taman-kehati-minut.jpg)