Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kopassus

Profil Pasukan Khusus Dunia: Bandingkan Kekuatan Tempur Kopassus Indonesia dan Snow Leopard China

Profil dua pasukan khusus dunia Kopassus dari Indonesia dan Snow Leopard Commando Unit dari China. Pasukan militer yang disegani oleh dunia.

Editor: Frandi Piring
Antara Foto/Sigid Kurniawan
Profil dua pasukan khusus dunia Kopassus dari Indonesia dan Snow Leopard Commando Unit dari China. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mengenal dua pasukan khusus dunia Kopassus dari Indonesia dan Snow Leopard Commando Unit dari China.

Dua pasukan khusus militer di Asia yang disegani dunia.

Rekam jejak operasi hingga kekuatan tempur.

Siapa lebih unggul?

Sejumlah pasukan Kopassus TNI AD mengikuti defile pasukan di sela-sela upacara Hari Juang Kartika ke-68 di Lapangan Makodam V Brawijaya, Surabaya, Jatim, Minggu (15/12/2013).
Sejumlah pasukan Kopassus TNI AD mengikuti defile pasukan di sela-sela upacara Hari Juang Kartika ke-68 di Lapangan Makodam V Brawijaya, Surabaya, Jatim, Minggu (15/12/2013). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Pasukan khusus Kopassus Indonesia

Dikenal sebagai pasukan baret merah, Kopassus, unit militer elite asal Indonesia, dianggap jadi salah satu pasukan khusus terbaik dunia.

Dengan slogan "Lebih baik pulang nama daripada gagal di medan laga. Berani, Benar, Berhasil. Komando!", Kopassus punya track record yang tak bisa disepelekan.

Bagaimana awal mula Kopassus dan apa saja prestasinya di mata dunia?

Cikal bakal Kopassus

Komando Pasukan Khusus, atau lebih akrab disebut Kopassus, lahir pada 16 April 1952.

Kelahiran Kopassus dipicu munculnya gerakan separatis di awal Indonesia berdiri.

Pada 1950, wilayah Maluku, Indonesia, sedang bergolak hebat. Kelompok yang menamakan diri sebagai Republik Maluku Selatan (RMS), ingin memisahkan diri dari Indonesia.

Pimpinan angkatan perang Indonesia, langsung mengarahkan pasukan untuk menumpas gerombolan itu.

Meski operasi ini berhasil menumpas gerakan pemberontakan, tapi banyak pasukan Indonesia yang menjadi korban.

Setelah dikaji, musuh dengan kekuatan yang relatif lebih kecil sering menggagalkan serangan pasukan Indonesia yang kekuatannya lebih besar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved