Breaking News:

Illegal Fishing

Pakai Cara Pemantauan dan Intercept, Lagi KKP Tangkap Dua Kapal Ilegal Fishing

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) benar-benar tidak memberikan ampun para pencuri ikan di laut Indonesia

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
istimewa
Penyerahan Kapal Filipina LB Juan Paolo Uno ke Pangkalan PSDKP Bitung di Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Provinsi Sulut. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) benar-benar tidak memberikan ampun para pencuri ikan di laut Indonesia. 

Setelah menangkap 19 kapal dalam operasi dari tanggal 3 sampai 8 Juni 2021, KKP kembali menangkap dua kapal ikan ilegal di Laut Sulawesi dan Selat Malaka. 

Penangkapan tersebut tidak terlepas dari keberhasilan sistem pemantauan yang dioperasikan di Pusat Pengendalian Ditjen PSDKP KKP yang mendeteksi aktivitas kedua kapal tersebut.

“Aparat kami kembali melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian ikan di perairan Laut Sulawesi dan Selat Malaka,” ujar Antam Novambar Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang juga Sekretaris Jenderal KKP dikutip dari keterangan Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Bitung, Minggu (13/6/2021).

Baca juga: Keluarga Wabup Helmud Hontong Aminkan Kematian Almarhum Atas Rancangan Tuhan

Menurut Antam Novambar, operasi pengawasan secara intercept yang dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan Paus 1 dan Hiu 08 dapat berjalan sukses karena info akurat dari PUSDAL Ditjen PSDKP KKP.

Membuktikan sistem pengawasan terpadu yang kita kembangkan telah berjalan sangat efektif.

Antam tak menampik bahwa beberapa hari terakhir ini memang pihaknya sedang melakukan pengetatan pengawasan di sejumlah wilayah perairan yang rawan illegal fishing

Hal tersebut dilakukan karena berdasarkan informasi dari PUSDAL maupun air surveillance, ada beberapa aktvitas yang meningkat di wilayah perbatasan.

“Sesuai arahan Pak Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, tidak ada kompromi bagi pelaku illegal fishing, kami intensifkan pengawasan di sektor-sektor yang rawan seperti Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi dan Selat Malaka,” tegasnya.

Terpisah, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada (POA) Pung Nugroho Saksono alias Ipunk menjelaskan lebih detail, terkait proses penangkapan kedua kapal illegal fishing tersebut. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved