Berita Seleb
Sosok Marianne Rumantir, Pengusaha Kaya & Cantik, Bikin Luna Maya Dapat Rp 15,4 Miliar Saat Pandemi
Marianne Rumantir pun dikenal sebagai salah satu sahabat Luna Maya, yang begitu kompak menemani sang artis cantik dalam suka maupun duka
Menyusul bergabungnya Travel Secrets, startup tersebut mendirikan TS Media, divisi baru yang akan fokus dalam produksi konten.
Kehadiran TS Media memberikan platform bagi brand dan perusahaan untuk mengambil manfaat dari creator economy yang sedang berkembang pesat di Indonesia dengan optimal, bertumpu pada dukungan teknologi dan keahlian yang disediakan Member.id.
Member.id akan tetap fokus menyediakan konsultasi strategis, data analisis, dan solusi teknologi bagi bisnis dan brand, dengan tujuan mendorong retensi dan kualitas dari pelanggan yang sudah ada. Sementara itu, TS Media fokus menciptakan konten yang akan meningkatkan kesadaran (awareness) dan aktivasi pelanggan, serta membantu bisnis mengakuisisi pelanggan baru.
"Jadi Travel Secret itu sebetulnya lebih ke berubah menjadi TS Media. Awalnya ini cuma proyek hobi, iseng-iseng doang saya dengan Luna Maya. Kami dari dulu memang suka travel bareng, cuma gak pernah didokumentasikan," kata Marianne Rumantir.
"Lalu dia kasih ide, kenapa gak kolaborasi saja bikin vlog YouTube. Saya punya banyak tips tentang travel sampai akhirnya berkembang sampai sekarang," tambah Marianne lagi.
Instagram Marianne Rumantir/Foto pengusaha Marianne Rumantir yang sukses membuat pundi-pundi uang Luna Maya bertambah Rp 15,4 miliar di tengah pandemi.
Kiprah Marianne Rumantir sebetulnya lebih banyak di industri keuangan dan perbankan. Pada tahun 2006, Marianne Rumantir menjadi sebagai Manajer Marketing & Business Coordination Commercial Banking HSBC. Dalam salah satu bank terbesar dunia itu, Marianne Rumantir bertanggung jawab untuk membuat program yang menarik bagi pasar korporat.
"Setiap perusahaan pasti mempunyai rekening di beberapa bank, tugas saya membuat mereka melakukan aktivitasnya dengan jasa HSBC," kata kelahiran Soroako, Manado, 26 April 1983 ini.
Sarjana komunikasi dan master bidang periklanan dari RMIT University, Melbourne, Australia, ini mengaku program pemasarannya sekarang lebih dikonsentrasikan pada kegiatan below the line, seperti membuat acara dengan menggandeng pihak lain yang memiliki target pasar yang sama.
Penikmat film yang pernah bekerja di biro periklanan di Australia saat kuliah ini bergabung dengan HSBC sejak akhir 2004.
Ia mengawali karier sebagai Asisten Manajer Business Banking. Baru delapan bulan lalu ia menempati posnya sekarang. "Saya lebih banyak memikirkan strategi pemasarannya. Lingkup pekerjaan saya di marketing product & channel untuk corporate banking," tuturnya.
Instagram Luna Maya
Saat memangku jabatannya, ia juga terlibat dalam peluncuran produk baru, antara lain dua produk asuransi bekerja sama dengan AIG dan business ATM.
"Dalam memasarkan dan menyosialisasi produk business ATM, saya lebih cenderung menyasar kepada existing customer karena produk seperti ini belum pernah ada," katanya. Sekitar 20% existing customer, menurutnya, menyambut produk baru ini.
Sosialisasi yang dilakukan Marianne, dari menyebar brosur, mencantumkan aplikasinya di Internet sampai melakukan presentasi ketika acara customer gathering. “Cara ini lebih manjur, karena pasar korporat lebih mengandalkan relationship management," ujarnya.