Berita Bitung
Penggangkatan Kepala Lingkungan dan Ketua RT di Bitung, Publik 'Komat-Kamit' di Media Sosial
Delapan camat di Kota Bitung telah menandatangani dan menyerahkan surat keputusan (SK), pengangkatan Kepala Lingkungan dan Ketua Rukun Tetangga
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Delapan camat di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), telah menandatangani dan menyerahkan surat keputusan (SK), pengangkatan Kepala Lingkungan (Pala) dan Ketua Rukun Tetangga (RT).
Pelaksanaan itu berlangsung di ruang kerja Wakil Wali Kota Bitung disaksikan Hengky Honandar Wakil Wali Kota Bitung, Sekda Kota Bitung DR Audy Pangemanan, Frangky Ladi Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Bitung dan Meiva Woran Kabag Hukum Setda Kota Bitung, Selasa (8/6/2021) kemarin.
Ke delapan Camat itu adalah Dolfie Rumampuk Camat Ranowulu, Sefferson Sumampouw Camat Matuari, Musli Antameng Camat Girian, Altin Tumengkol Camat Madiri, H Posumah Camat Maesa, Sumeldy Maalangga, Hendrik Sologia Camat Lembeh Selatan dan Aristarkus Ansa Camat Lembeh Utara.
Pasca pengangkatan Pala dan ketua RT, publik di jagad maya kota Bitung ramai-ramai menyampaikan opini, ucapan selamat, kekecewaan hingga membeber warna politik.
Baca juga: Pandemi Covid-19 Tak Berpengaruh Bagi Bisnis Penyedia Jasa Pernikahan di Sulawesi Utara
Ada yang menyayangkan langkah yang diambil pemerintahan Kota Bitung di bawah komanda Wali kota Maurits Mantiri dan Wakil Wali kota Hengky Honandar, tidak melihat perjuangan para pendukung.
Ada pula yang kecewa, karena aparat Pala dan ketua RT yang sudah jelas-jelas, didasari dengan bukti jejak digital tidak mendukung MMHH akronim Maurits Mantiri - Hengky Honandar pada Pilkada 2020 malam masih diakomodir.
Ironisnya lagi, ada pala dan ketua RT yang jelas-jelas kedapatan dan terbukti terlibat politik praktis mendukung pasangan calon di Pilkada lalu, masih tersenyum manis karena posisinya aman sebagai Pala dan Ketua RT.
Data yang dihimpun dari Meiva Woran Kepala Bagian Hukum Setda Kota Bitung, jumlah Kepala Lingkungan (Pala) di Kota Bitung ada 274 orang dan Ketua RT 1.000 orang.
Semantara itu, dari informasi lainnya pengangkatan Pala dan ketua RT ramai di jagad maya karena faktor suka dan tidak suka dari segelintir oknum.
Hingga menyeruak isu jumlah perangkat kelurahan ini bakal ditambah, agar bisa mengakomodir. Namun isu itu jelas bertolak belakang dengan aturan dan ketentuan hingga kemampuan keuangan daerah.
Bahkan, kabar pengangkatan Pala dan ketua RT ini ikut dimanfaatkan oleh para oknum dan elit-elit yang belum 100 persen move on pasca kontestasi Pilkada 2020.
Diduga melakukan propaganda di media sosial maupun secara langsung.
Baca juga: 49 Pesepakbola Cilik Ikut Seleksi Sulut Football Academy
Fenomena pala dan ketua RT di pemerintahan, sudah tidak asing lagi apalagi pasca kontestasi Pilkada dan Pileg.
Bahkan sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah di kabupaten kota di Sulut, tak segan-segan memangkas aparat pemerintahan ketua RT dan Pala yang jelas-jelas terlibat politik praktis.
Hingga yang tidak mendukung saat kontestasi Pilkada atau Pileg.
Sejumlah camat angkat bicara terkait dengan pengangkatan pala dan ketua RT, seperti yang disampaikan Sefferson Sumampouw Camat Matuari, bahwa SK pala dan ketua RT ditandatangani oleh Camat.
"Tadi kami sudah kumpulkan pala dan ketua RT lama, dan menyampaikan terima kasih atas kinerja dan pengabdiannya. Lalu sebentar kami kumpul pala dan ketua RT baru untuk melakukan penandatangan pakta integritas dengan kelurahan lalu Kamis besok apel dan penandatangan pakta integritas dengan kecamatan," kata Sefferson Sumampouw.
Sefferson Sumampouw menerangkan para Pala dan RT yang baru, bisa dilakukan evaluasi sewaktu-waktu, tidak perlu menunggu tiga bulan kalau melenceng dari tugas dan tanggung jawab sebagai ketua RT dan Pala sebagaimana yang tercantum dalam pakta integritas yang ditandatangani.
Usulan perubahan Pala dan Ketua RT, datang dari pihak kelurahan lewat sebuah evaluasi karena lurah yang berhubungan langsung dengan aparatnya di lapangan.
Baca juga: Wabup Helmud Hontong Meninggal, Bupati Jabes Gaghana Perintahkan Pasang Bendera Setengah Tiang
Lalu disampaikan kepada camat, lalu camat melakukan perubahan pergantian SK berdasarkan pesetujuan SK.
"Agar camat tidak semena-mena ganti, harus ada alasan yang jelas," tambahnya.
Dolfie Rumampuk Camat Ranowulu dalam keterangannya bilang, nama-nama ketua RT dan kepala lingkungan sepengetahuannya memang sudah ada saat hendak ditandantangani.
Lalu Dolfie Rumampuk sampaikan, pada pokoknya itu usulan dari kecamatan karena pihaknya yang melakukan tanda tangan SK.
"Jadi kami tidak bisa bisa bilang dari sapa-sapa, itu usulan dari kami," kata Dolfie Rumampuk Camat Ranowulu.(crz)
Tentang Bitung
Kota Bitung adalah salah satu kota di Provinsi Sulawesi Utara.
Jarak dari Manado ke Manado Ibukota Provinsi Sulut yakni 42,4 kilometer lewat Jalan Tol Manado - Bitung, atau sekitar 50 menit ditempuh dengan kendaraan roda empat.
Kota ini memiliki perkembangan yang cepat karena terdapat pelabuhan laut yang mendorong percepatan pembangunan.
Wilayah Kota Bitung terdiri dari wilayah daratan yang berada di kaki gunung Dua Saudara dan sebuah pulau yang bernama Lembeh.
Kota Bitung terdiri dari 8 kecamatan dan 69 kelurahan, dengan luas wilayah 302,89 km² dan sebaran penduduk 730 jiwa/km²
Saat ini Kota Bitung dipimpin Wali Kota Maurits Mantiri dan Wakil Wali Kota Hengky Honandar.
Baca juga: Ekonomi Sulut Membaik, BRI Manado Optimistis Penyaluran KUR Bangkitkan Sektor Produktif
Baca juga: Kasus Penikaman di Bitung Dilakukan Anak Muda, Ini Penjelasan Kasat Reskrim AKP Frelly Sumampouw