Breaking News:

Berita Bitung

Pemerintah Sulut Beri Beras dengan Kandungan Vitamil, Pola Tangani Stunting

Masalah stunting merupakan isu kesehatan yang menjadi perhatian Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), terutama 15 kabupaten kota se Sulut.

Tribun manado / Christian Wayongkere
ilustrasi sosialisasi TP PKK Kota Bitung dan Provinsi Sulut ke ibu-ibu hamil. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Masalah stunting merupakan isu kesehatan yang menjadi perhatian Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), terutama 15 kabupaten kota se Sulut.

Seperti di Kota Bitung, dari data jumlah Balita Stunting di pengukuran bulan Februari 2021 total berjumlah 84.

Tersebar di 20 dari 69 kelurahan di delapan Kecamatan se Kota Bitung.

Kelurahan Pateten 1 jumlah balita stunting ada 11, Pateten 2 ada enam, Winenet 1 empat dan Winenet 2 lima, kelurahan ini berada di Kecamatan Aertembaga.

Baca juga: Bawa Motor dalam Keadaan Mabuk hingga Masuk Jurang, Pemuda Ini Luka Berat

Kemudian di Kecamatan Matuari ada di Kelurahan Manembo-Nembo lima kasus, Manembo-Nembo Atas lima, Tendeki tujuh dan Sagerat Weru 2 lima.

Di Kecamatan Madidir ada Kelurahan Wangurer Utara 10 kasus, Paceda dua, Wangurer Timur satu. Kecamatan Girian di Kelurahan Wangurer dua, Girian Weru 1 delapan.

Kecamatan Ranowulu ada di Kelurahan Danowudu tiga kasus, Batuputih Bawah empat, Karondoran satu dan Kumersot satu. Kecamatan Aertembaga ada di Kelurahan Aertembaga 2 dua kasus, Pinangunian dan Tandurus masing-masing satu kasus.

Total pengukuran bulan Februari 2021, jauh menurun dari pengukuran bulan Desember 2020 dengan total 137.

Menyikapi ini, pemerintah Kota Bitung melalui Dinas Kesehatan angkat bicara tentang penanganannya.

Menurut dr Jeannete Watuna Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung, penaganan stunting di kota Bitung bersama organisasi perangka daerah (OPD) terkait dan TP PKK.

Halaman
123
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved