KKB di Papua
Jenazah Habel Halenti Dimakamkan, Sosok Anak Yatim Piatu yang Ditembak KKB Pergi Untuk Selamanya
Habel Halenti merupakan anak yatim piatu. Kedua orangtuanya meninggal saat Habel Halenti masih berusia 10 tahun. Kini wafat jadi korban KKB di Papua.
Saat akan kembali, korban Habel dan Muh Alif ditodong dengan senjata api laras pendek dan laras panjang oleh dua anggota KKB.
"Korban sempat berteriak 'ampun Komandan'. Namun langsung ditembak oleh salah satu KKB yang menodongkan senpi tersebut sebanyak 1 kali," kata Kompol Punia dalam keterangannya, Kamis sore.
Saat tim gabungan TNI-Polri tiba di lokasi kejadian untuk mengevakuasi jenazah korban, mereka mendapat tembakan dari anggota KKB.
Kontak senjata pun terjadi sekitar 15 menit, hingga akhirnya KKB dipukul mundur.
Jenazah Habel kemudian dievakuasi dari lokasi kejadian ke Puskesmas Ilaga.
"Saat tiba di TKP, rombongan personel TNI-Polri ditembaki oleh KKB yang sudah menunggu kedatangan anggota TNI-Polri, dan terjadi kontak tembak sekitar 15 menit," tutur Kompol Punia.
Berdasarkan hasil identifikasi, korban mengalami luka tembak pada bagian leher bagian kanan.
Kronologi Habel Halenti ditembak KKB
Detik-detik Habel Halenti (30) tewas ditembak Anggota teroris KKB di Papua, Kamis (03/06/21).
Habel Halenti, seorang Warga Sipil yang menjadi korban kebrutalan teroris KKB.
Ia ditembak mati saat menjalankan tugas sebagai buruh bangunan.
(Foto: Potret jenazah Habel Halenti (30) saat dievakuasi ke Puskesmas Ilaga, Kamis (3/6/2021). Warga sipil yang ditembak KKB. (Dok. Polres Puncak)
Habel Halenti berangkat dari camp karyawan di kompleks pancuran Kampung Kibogolome, Distrik Ilaga, ke arah Kampung Eronggobak, Distrik Omukia, bersama dua rekannya, Kamis (3/6/2021).
Pekerja bangunan itu bersama dua rekannya, Muh Alif (17) dan Abdul Haras'z (52), menggunakan mobil dinas jenis pikap double cabin putih milik Pemda Puncak untuk mengangkut babi.