KKB di Papua
Cerita Hidup Habel Halenti, Yatim Piatu Sejak Usia 10 Tahun, Merantau ke Papua Tewas Ditembak KKB
Kisah perjalanan hidup Habel Halenti. Jadi anak yatim piatu sejak kecil, merantau ke Papua hingga meninggal jadi korban kekejian teroris KKB.
"Tadi saya langsung bertemu keluarganya di kampung dan mereka baru dapat informasi meninggalnya Habel tadi pagi," ungkap Charles kepada Kompas.com, Sabtu (5/6/2021) malam.
Keluarga baru bisa menjemput jenazah dari Papua ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (6/6/2021).
Jenazah diantarkan oleh sejumlah pihak dari Kabupaten Puncak menuju Bandara Mali Alor.
(Foto: Cerita hidup Habel Halenti, yatim piatu sejak usia 10 tahun. Merantau ke Papua, kini meninggal ditembak KKB. Jenazah Habel Helenti (30) saat tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika setelah dibawa menggunakan pesawat berbadan kecil dari Bandara Aminggaru, Ilaga, Sabtu (5/6/2021). (IRSUL PANCA ADITRA)
Mereka antara lain Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Puncak Fabianus Ado,
yang juga merupakan Ketua Paguyuban Flobamora (Perkumpulan warga NTT), bersama anggota Flobamora bernama Domikus Mokoil.
Kemudian satu orang pendeta asal Papua, bernama Pih Newegalen dan anggota polisi dari Polres Timika bernama Jemis Sakala.
Pihak TNI dan Polri di Alor juga dilibatkan dalam proses pemulangan.
Petugas membatasi jumlah penjemput jenazah karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.
Transit di 5 bandara
Kendala lain ialah pemulangan membutuhkan waktu cukup lama, sebab penerbangan harus menjalani transit di lima bandara.
Menggunakan pesawat carter Dimonim Air, rombongan pengantar jenazah terbang dari Kabupaten Puncak dan transit di Kabupaten Timika, Sabtu (5/6/2021) siang.
Kemudian terbang ke Makassar dan selanjutnya menuju Jakarta dan tiba Sabtu sore.
Dari Jakarta, jenazah Habel diberangkatkan Minggu subuh dan tiba di Bandara El Tari Kupang pukul 07.00 Wita.