Breaking News:

Apa Itu

Apa Itu Cultural Appropriation? Ramai Dikaitkan dengan Nagita Slavina yang Jadi Ikon PON XX Papua

Cultural appropriation menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah Nagita Slavina disebutkan ditunjuk sebagai Duta Pon XX Papua.

Rans Entertainment
Foto pemotretan Nagita Slavina didapuk sebagai Duta PON XX Papua 

Hilangnya konteks dan makna

Sosiolog Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Drajat Tri Kartono menjelaskan bahwa cultural appropriation berkaitan dengan hilangnya konteks dan makna budaya.

"Nagita mewakili budaya dominan yang kelas atas ya, kaya. Kemudian ini ada budaya orang Papua. Diambil hanya simbolnya saja, sementara kontekstualitasnya, makanya itu tidak diambil," jelas Drajat kepada Kompas.com, Jumat (4/6/2021).

Salah satu unsur budaya yang bisa diidentifikasi dengan jelas adalah simbol.

Simbol tersebut bisa berwujud pakaian, tarian, warna, dan lain sebagainya.

"Di dalam simbol itu sendiri ada maknanya dan bagi masyarakat, makna itu penting. Simbol dan makna itu ada konteks," kata Drajat.

Simbol, makna, konteks tersebut kemudian menjadi pedoman perilaku bagi masyarakat pemilik budaya.

Cultural appropriation terjadi karena budaya dominan, mengambil budaya yang tidak dominan tanpa memperhatikan makna dan konteksnya.

"Bahasa kasarnya adalah mengambil budaya kelompok-kelompok minoritas atau kelompok tertentu. Diambil hanya simbolnya, dimanfaatkan untuk kepentingan lain, bahkan dalam beberapa hal untuk kepentingan bisnis," terang Drajat.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved