Breaking News:

BI Sulut: Waspadai Tekanan Inflasi

Perlu dimitigasi, terutama terkait dengan potensi kenaikan permintaan seiring dengan pemulihan ekonomi di Sulut.

tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa
Kepala Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kota Manado mengalami deflasi 0,30 persen pada Mei 2021. Sementara, Kota Kotamobagu mengalami inflasi 0,32 persen.

Pergerakan harga secara umum di pada Bulan Mei di Sulut mengalami penurunan di Manado dan peningkatan di Kota Kotamobagu.

Bank Indonesia dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulut memandang bahwa inflasi secara tahunan akan tetap terkendali pada rentang sasaran 3±1.

Namun demikian, terdapat risiko yang perlu dimitigasi, terutama terkait dengan potensi kenaikan permintaan seiring dengan pemulihan ekonomi di Sulut.

Secara umum, aktivitas ekonomi pada sektor grosir dan farmasi hingga minggu ketiga Mei 2021 tercatat sebesar 19,5 persen di atas tingkat aktivitas pra Covid-19 (baseline).

Angka tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 12,5 persen di atas baseline.

Kepala Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat menyatakan, perkembangan ini menunjukkan perbaikan aktivitas masyarakat yang masih berpotensi memberikan tekanan inflasi di Manado dan Kotamobagu pada Juni 2021.

Sejalan dengan hal tersebut, pemulihan ekonomi masyarakat yang ditunjukkan oleh peningkatan
aktivitas seiring dengan berbagai upaya menurunkan kasus Covid-19 menyebabkan perlunya
langkah-langkah konkrit untuk menjaga inflasi tetap rendah dan stabil di Manado dan Kotamobagu.

"Upaya-upaya stabilisasi harga dan memastikan ketersediaan pasokan diperlukan agar inflasi baik di
Kota Manado maupun Kotamobagu tetap berada pada rentang sasarannya," jelas Arbonas, Jumat (4/5/2021).

Menurutnya dia, sinergi seluruh dinas dan kementerian/lembaga terkait untuk sangat diperlukan untuk menjaga ketersediaan pasokan komoditas strategis seperti Barito dan komoditas perikanan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain dengan mengoptimalkan gerakan kemandirian pangan melalui Program Bertanam Barito (Bawang, Rica, dan Tomat).

Lalu penggunaan sistem rantai dingin untuk komoditas perikanan, serta menjaga pasokan dan harga komoditas perikanan lebih terjaga melalui pemantauan dan intervensi pemerintah.

Koordinasi lintas TPID melalui Kerja sama Antar Daerah juga menjadi salah satu alternatif langkah konkret yang dapat diambil TPID Kabupaten/Kota untuk mencukupi kebutuhan pangan dan keterjangkauan harga di wilayahnya.

"Sejalan dengan hal tersebut, pemanfaatan platform penjualan online dan penggunaan QRIS juga dapat digunakan untuk menjaga roda perekonomian tetap tumbuh dengan aman di tengah pandemi, sekaligus
mempercepat digitalisasi ekonomi dan keuangan di Sulut," jelasnya. (*)

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Charles Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved