Apa Itu
Apa Itu Gas Radon? Disebut bisa Deteksi dan Prediksi Akan Terjadi Gempa, Berikut Bahayanya
Gas radon dan level air tanah menjadi parameter alat deteksi gempa atau Early Warning System yang dikembangkan peneliti UGM
TRIBUNMANADO.CO.ID - Apa itu gas radon?
Gas radon biasa terdeteksi di negara dengan empat musim, seperti Jepang.
Selain itu, gas radon, jika terakumulasi di kamar bisa berbahaya bagi kesehatan, salah satunya dapat menyebabkan kanker.
Gas radon dan level air tanah menjadi parameter alat deteksi gempa atau Early Warning System (EWS) yang dikembangkan peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam mendeteksi kemungkinan gempa bumi yang akan terjadi.
• Apa Itu Hipospadia? Kelainan yang Sering Ditemukan pada Bayi Laki-laki, Apa Penyebabnya?

Ketua Tim Peneliti Sistem Peringatan Dini (EWS) Gempa UGM dan tim riset Laboratorium Sistem Sensor dan Telekontrol Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM, Prof. Ir. Sunarno, M.Eng., Ph.D., mengungkapkan bahwa gejolak perubahan konsentrasi gas radon dan level air tanah dapat menjadi petunjuk alam akan potensi terjadinya gempa bumi.
Menjelaskan korelasi atau hubungan antara gas radon dan air tanah yang menjadi dasar alat prediksi gempa, EWS tersebut, Prof Sunarno mengungkapkan bahwa itu berdasarkan pengalaman studinya di Jepang.
"Waktu kuliah S3 di Jepang, tahun 1995, terjadi gempa Kobe. Kebetulan saat itu saya meneliti tentang nuklir. Waktu itu, koran-koran di Jepang memberitakan tentang gas radon yang banyak keluar dari tanah," kata Prof Sunarno saat dihubungi Kompas.com, Kamis (3/6/2021).
Fenomena kemunculan gas radon tersebut, awalnya tidak disadari sebagai tanda awal peringatan dini bencana gempa bumi, hingga terjadinya gempa besar yang melanda Kobe.
Apa itu gas radon?
Prof Sunarno menjelaskan bahwa gas radon adalah jenis gas radioaktif yang muncul dari tanah setiap hari. Gas ini tidak berbau dan tidak berwarna, hanya bisa terdeteksi dengan detektor radon.
Gas radon biasa terdeteksi di negara dengan empat musim, seperti Jepang.
• Apa itu Rice Milk? Beda dengan Susu Sapi, Jadikan Alternatif Bagi orang-orang dengan Alergi Susu
Selain itu, gas radon, jika terakumulasi di kamar bisa berbahaya bagi kesehatan, salah satunya dapat menyebabkan kanker.
Selama studinya di Jepang, fenomena keluarnya gas radon dengan intensitas tinggi membingungkan para pakar nuklir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/apa-itu-gas-radon-disebut-bisa-deteksi-dan-prediksi-akan-terjadi-gempa.jpg)