Mubes IX Gereja Segala Bangsa, Kakanwil Kemenag Sulut Ingatkan Moderasi Beragama dan Ajaran Kasih
Sikap moderat berarti tidak ekstrem kiri menjadi liberalis maupun ekstrem kanan menjadi radikalis-fundamentalis, tetapi berada di tengah-tengah.
MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (2-4/05/2021), Gereja Segala Bangsa (Gesba) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) IX di Lotta, Pineleng, Minahasa, Sulawesi Utara.
Perhelatan lima tahunan ini mengangkat tema “... dan di atas semuanya, kenakanlah kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan..." (Kolose 3:14).
Dalam rilis kepada Tribunmanado.co.id disebutkan, Direktur Urusan Agama Kristen Kemenag RI Janus Pangaribuan hadir dan menyampaikan sambutan.
Ia mengajak semua peserta sinode menyukseskan acara mubes sekaligus membuat program yang menyentuh langsung kebutuhan jemaat di mana saja berada dan melayani.
Janus juga mengingatkan bahwa dinamika yang terjadi di mubes merupakan hal biasa dan itulah proses yang harus dilalui untuk menghasilkan yang terbaik.
Asisten I Pemprov Edison Humiang membacakan sambutan Gubernur Olly Dondokambey yang ia wakili.
Gubernur mengajak semua peserta terlibat aktif untuk menyukseskan mubes sekaligus berharap mubes ini dijadikan momentum evaluasi dan menjalin persaudaraan dan kebersamaan.
"Gesba harus menjadi garam dan terang dunia demi kebaikan bangsa dan negara tercinta dan Mubes juga harus bisa menghasilkan program-program kreatif, inovatif dan solutif," demikian pesan Gubernur yang dibacakan oleh Humiang.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara Anwar Abubakar mengucapkan selamat atas terselenggaranya Mubes IX Gesba.
Ia berharap Gesba juga turut memberi kontribusi dan solusi terutama dalam suasana pandemi Covid-19 ini dengan membantu pemerintah termasuk dalam bidang ekonomi.
Kakanwil juga mengingatkan tentang moderasi beragama.
Ia berharap moderasi beragama bisa menjadi agenda yang perlu disosialisasikan dalam Mubes Gesba ini sekaligus menjadi agenda dalam program pelayanan Gesba nanti.
"Moderasi beragama merupakan cara pandang, cara bersikap dan cara bertindak kita terhadap ajaran agama,” kata dia.
“Dan sikap moderat berarti sikap yang tidak ekstrem kiri menjadi liberalis maupun ekstrem kanan menjadi radikalis-fundamentalis, tetapi berada di tengah-tengah," jelas mantan Kakanwil Kemenag Sulsel ini.
Mengakhiri sambutannya, Kakanwil mengingatkan tentang pentingnya kasih antara sesama manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/musyawarah-besar-ix-gesba.jpg)