Breaking News:

Berita Bolmong

Pernikahan Dini Jadi Pemicu Ratusan Wanita Berstatus Janda Muda di Bolmong

Jumlah kasus pernikahan anak di bawah umur (Pernikahan dini) di Kabupaten Bolaang Mongondow cukup memprihatinkan

tribunmanado.co.id/Siti Nurjanah
Kepala DP3A Bolmong Farida Mooduto. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Jumlah kasus pernikahan anak di bawah umur (Pernikahan dini) di Kabupaten Bolaang Mongondow cukup memprihatinkan. 

Kasus pernikahan dini menjadi salah satu pemicu banyaknya perceraian pasangan muda. 

Sehingga menghasilkan 302 janda muda pada tahun 2020

Kepala Seksi (Kasie) Kesejahteraan Anak Rahmawati Gumkhung dari Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Bolmong mengatakan, dari data yang himpun DPPPA dari Pengadilan Agama Lolak mencatat dari 328 permohonan cerai yang masuk ada 302 yang sudah diputuskan.

Baca juga: Cegah Covid-19, AP I Bandara Samrat Tata Alur Transportasi Agar Tak Terjadi Kerumunan Penjemput

"302 ini semuanya masih ABG," ucap Ama sapa akrabnya ketika dihubungi Tribun Manado, Rabu (2/6/2021). 

Dikatakannya, kurun waktu Januari hingga April 2021 gugatan yang masuk suda 195 dan yang sudah diputus mencapai 168. 

Ironisnya, sebagian pernikahan dini terjadi karena hamil di luar nikah. 

"Sebagian besar karena hamil di luar nikah," ucapnya

Menurutnya, pernikahan di bawah umur seharusnya tidak terjadi karena masih ada faktor belum siapnya pasangan pengantin. 

"Harus siap secara mental dan ekonomi, jadi siap lahir dan batin," ungkapnya. 

Halaman
12
Penulis: Nielton Durado
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved