Kasus Pembunuhan
Sekuriti yang Bunuh Wanita Teman Kencannya Ternyata Sudah 3 Kali Pernah Ditindak Pidana Lain
Kasus pembunuhan yang dilakukan seorang sekuriti kepada wanita panggilan.Diketahui pelaku sdah berhasil ditangkap pihak kepolisian.
Dari hasil proses penyidikan diketahui tersangka melakukan kekerasan ke korban setelah menyetubuhi korban. Tersangka mencekik korban sebanyak dua kali.
"Pertama dilakukan dengan cara tindih tubuh korban lalu gunakan kekerasan di leher.
Ternyata saat dilakukan korban masih bernapas dan diulang lagi tersangka kepada korban sampai nggak ada napas dan pukul ke wajah korban dua kali," sambungnya.
Depan awak media, Aldi mengaku awalnya dirinya tak memiliki niat melakukan penjambretan.
Tindak kriminal itu pun disebutnya terbersit begitu saja saat tengah berkendara di dekat rumahnya.
"Untuk penjambretan saya terinspirasi saat naik motor, lalu melihat ada orang main hp," tuturnya.
Terkait pembunuhan wanita panggilan di sebuah hotel kawasan Menteng, Aldi mengaku mengenal korban IW melalui aplikasi MiChat, kemudian dibuatlah kesepakatan membuka jasa open booking online (BO) melalui aplikasi tersebut.
Ia berjanji membayar jasa BO sebesar Rp 500 ribu sesuai dengan kesepakatan. Namun ternyata AA tak memiliki uang dengan yang disepakati itu.
"Nggak lama korban tanyakan minta tunjukkan uangnya, saya hanya menunjukkan uangnya. Itu ditarik sebesar Rp 50 ribu, Rp 50 ribu, tapi nggak sesuai Rp 500 ribu," kata Aldi.
"Nah, mungkin kata dia (korban) ada Rp 500 ribu. Nah, setelah itu saya gagahi lagi, abis itu saya main dan setelahnya saya kepikiran kalau saya mau ambil barang pasti akan terjadi keributan," lanjutnya.
Aldi lalu langsung mencekik leher korban hingga tewas.
AA mengaku baru sekali melakukan pembunuhan. Dia menyesal telah membunuh korban.
"Lalu setelah itu saya kepikiran langsung membunuhnya supaya tidak ketahuan apa rencana saya," ujar Aldi sambil menundukkan kepalanya.
Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto mengatakan bahwa tersangka Aldi Aldriansyah (23) diringkus Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat.
Usai menerima laporan pembunuhan tersebut, polisi memeriksa enam saksi termasuk teman korban, security, pelayan hotel, dan pegadiaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-wanita-tewas-di-hotel.jpg)