Penemuan Mayat Bocah
Keluarga Pelaku dan Ayah Marsela Sulu Bertemu. Tragedi Koha Berdarah Berakhir Damai
Keluarga pelaku dan korban dikabarkan telah bertemu. Dalam pertemuan itu, keluarga pelaku meminta maaf kepada ayah korban Edi Sulu.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Gryfid Talumedun
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tragedi Koha berdarah dengan terduga pelaku FK (50) dan korban Marsela Sulu (12) berakhir sejuk.
Keluarga pelaku dan korban dikabarkan telah bertemu.
Dalam pertemuan itu, keluarga pelaku meminta maaf kepada ayah korban Edi Sulu.
Kepala Jaga 4 Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut, membenarkan telah terjadi pertemuan antara keluarga pelaku dan ayah korban.
• Daftar Barang di TKP Penemuan Jasad Marsela Sulu, Baju Anak Ada Bercak Darah hingga Bando Korban

"Tapi detailnya saya tidak terlalu tahu," kata dia.
Edi Sulu ayah korban mengaku sudah memaafkan pelaku pembunuhan anaknya.
Sebagai warga kristiani taat, Edi memilih berdoa.
"Saya setiap malam berdoa agar Tuhan memberikan keadilan," ujar dia.
Sebagai manusia biasa ia mengaku sulit mengampuni.
Tapi pada malam sebelum jenazah anaknya ditemukan, Edi berdoa dan hatinya terasa lapang.
"Saya memutuskan mengampuninya. Sebagai insan manusia saya juga punya dosa dan salah," beber dia.
Saat evakuasi jenazah FK, ia memantau dari jauh.
• Polisi Beber Bukti-bukti Ferry Kalesaran Pelaku Pembunuhan Bocah Malang Marsela Sulu
Sempat dilihatnya jenazah itu sekilas. "Tapi saya mengambil jarak.
Agar bisa terus menenangkan diri," katanya.
Edi menuturkan, ia sangat ingin jenazah FK ditemukan.
Sampai sampai ia enggan makan. "Saya tak mau makan sebelum jenazah itu ditemukan," ujarnya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian, TNI, ormas, warga dan seluruh pihak yang sudah membantu proses pencarian.
Sebut dia, keluarga mendapatkan simpati dari banyak pihak. "Ada pelukis yang sumbangkan karyanya tentang anak saya.
Lukisan itu saya pajang di dinding," ujar dia. (art)

• TERUNGKAP, Penyebab Kematian Marsela Sulu, Kompol Thommy: Pelakunya adalah Ferry Kalesaran
Daftar Barang di TKP Penemuan Jasad Marsela Sulu
Polresta Manado membeber hasil penyelidikan penemuan mayat bocah Marsela Sulu (13), warga Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Sabtu (29/05/2021).
Selain membeber hasil penyelidikan, polisi menggelar barang bukti yang ditemukan di TKP (Tempat Kejadian Perkara) penemuan mayat Marsela.
Barang-barang yang ditemukan ialah karung kemasan pakan ternak, baju anak-anak dan celana dalam korban.
Dua potong pakaian yang penuh bercak darah itu dikemas dalam plastik bertanda khusus.
Selain pakaian, ditemukan juga bando hitam yang diduga kuat milik Marsela.
"Barang-barang ini yang kami temukan di TKP," ujar Kompol Thommy Aruan, Kabag Ops Polresta Manado.
Diperkosa lalu dibunuh
Penyebab kematian bocah malang Marsela Sulu (13) yang ditemukan tewas dalam karung di perkebunan Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Jumat (21/05/2021) terungkap.
"Sebelum tewas, korban disetubuhi. Hasil otopsi, ada tanda-tanda kekerasan pada alat kelamin korban," kata Kabag Ops Polresta Manado, Kompol Thommy Aruan saat press release kasus di Mapolresta Manado, Sabtu (29/05/2021) siang.
Aruan bilang, pelaku melakukan persetubuhan yang kemudian membunuh korban.
Korban meninggal karena dibunuh. Hasil otopsi menunjukkan terjadi pendarahan di selaput otak bocah malang tersebut.
"Ada sejumlah luka akibat benda tumpul di kepala korban.
Pukulan menyebabkan retak pada tulang tengkorak korban," kata Aruan yang didampingi Kapolsek Pineleng, Iptu Marudut Pasaribu.
• Marsela Sulu Disetubuhi Ferry Kalesaran Sebelum Dibunuh, Tulang Tengkorak Sampai Retak
Lanjut Aruan, dari hasil penyelidikan, tersangka pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Marsela ialah FK alias Ferry (50), warga desa yang sama dengan korban.
Mayat Ferry sendiri ditemukan telah membusuk di perkebunan Koha, Jumat (28/05/2021) pagi.
Kompol Thommy Aruan, Kabag Ops Polresta Manado menjelaskan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan pasca ditemukannya mayat Marsela, Jumat (21/05/2021).
"Kesimpulan hasil penyelidikan, keterangan saksi, ada dugaan keterkaitan antara penemuan mayat Marsela dan penemuan mayat kemarin (FK)," kata Aruan yang didampingi Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Taufik Arifin.
Ia membeber, keterangan beberapa saksi, melihat korban bersama tersangka pada tanggal 18 Mei 2021 malam sekitar pukul 19.00 Wita.

"Korban bersama tersangka di mobil pick up. Ada beberapa saksi yang lihat," katanya.
Mobil yang dikendarai FK milik BUMDes Koha. "Mobil itu biasa dikemudikan FK karena ia aparat desa," jelasnya.
Katanya, dari keterangan beberapa saksi, hasil identifikasi TKP penemuan mayat Marsela dan keterangan keluarga mengarah pada simpulan FK sebagai pelaku.
Meskipun demikian, polisi masih menunggu hasil uji forensik untuk lebih memastikan hasil penyelidikan.
"Bisa saja nanti ada spesimen sperma pelaku pada korban. Tentu akan memperkuat hasil," katanya.
"Kita masih mengumpulkan juga keterangan, bukti lain yang saling terkait sehingga kasus ini kita simpulkan," ujar mantan Kasat Reskrim Polresta Manado ini.
Jasad Marsela Sulu (13) ditemukan di perkebunan Koha, Jumat (21/05/2021) dini hari. Mayatnya terbungkus dalam karung pakan ternak di bawah pohon pala.
Marsela hilang, tak kembali ke rumah sejak Selasa (18/05/2021) malam.(ndo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/edi-sulu-saat-memegang-foto-anaknya-marcela-sulu-1212.jpg)