Penangkapan Teroris
Densus 88 Tangkap 10 Terduga Teroris di Merauke-Papua, 5 Pimpinan KKB Ditetapkan BNPT sebagai DTTOT
Kabar terbaru, 10 orang terduga teroris di Merauke diamankan tim Densus 88 Antiteror Polri, Jumat (28/5/2021).
Dikabarkan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ) menetapkan lima nama di Papua, Papua Barat yang masuk dalam Daftar Terduga Terorisme dan Organisasi Terorisme ( DTTOT ).
Nantinya, DTTOT tersebut akan ditangani berdasarkan UU nomor 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
"Karena itu tidak menyasar pada semua masyarakat Papua, namun kelompok yang teridentifikasi
dan proses penyelidikan mereka dalam melakukan aksi kekerasan," kata Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/5/2021).
Dia menjelaskan kelima nama tersebut adalah, pertama, Lekagak Telenggen (DPO) yang merupakan komandan operasi TPN/OPM wilayah Yambi, Gome, Sinak
dan Ilaga Kabupaten Puncak dengan kekuatan personel sebanyak 50 orang.
(Foto: Oknum KKB di Papua. Pimpinan KKB di Papua, Lekagak Telenggen, Militer Murib, Germanius Elobo, Egianus Kogoya dan Sabinus Waker ditetapkan jadi DTTOT oleh BNPT./istimewa)
Kedua, Egianus Kogoya (DPO) yang merupakan Pangkodap TPN/OPM Ndugama beroperasi di wilayah Kabupaten Nduga dengan kekuatan personel sebanyak 50 orang.
Ketiga, Militer Murib (DPO) yang merupakan Pimpinan TPM/OPM wilayah Kabupaten Puncak
dengan kekuatan personel 20 orang, keempat adalah Germanius Elobo (Pimpinan OPM Kali Kopi) dengan kekuatan personel 30 orang.
"Kelima, Sabinus Waker, pimpinan KKB Intan Jaya dengan kekuatan personel 50 orang, kekuatan senjata sebanyak 17 pucuk senjata," ujarnya.
Selain itu dia menjelaskan, BNPT memberikan masukan kepada Menkopolhukam terkait penetapan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebagai teroris.
Dia mengatakan aksi kekerasan yang dilakukan KKB telah mengarah pada tindakan yang memberikan efek ketakutan luas,
korban jiwa, dan patut diduga organisasi terlibat.