Breaking News:

Apa Itu

Apa Itu Meteor & Hujan Meteor? Fenomena Antariksa yang Viral Diduga Terjadi di Puncak Gunung Merapi

Meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi, lazim disebut sebagai bintang jatuh.

Editor: Gryfid Talumedun
Kolase Foto Tribunmanado/Istimewa
HEBOH! Foto Meteor Diduga Jatuh di Puncak Gunung Merapi, CCTV BPPTKG Tangkap Kilatan Cahaya 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi, lazim disebut sebagai bintang jatuh.

Penampakan tersebut disebabkan oleh panas yang dihasilkan oleh tekanan ram (bukan oleh gesekan, sebagaimana anggapan umum sebelum ini) pada saat meteoroid memasuki atmosfer.

Meteor yang sangat terang, lebih terang daripada penampakan Planet Venus, dapat disebut sebagai bolide.

Ilustrasi <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/meteor' title='meteor'>meteor</a> jatuh ke Bumi. Viral <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/meteor' title='meteor'>meteor</a> jatuh di Sulawesi.

Jika suatu meteoroid tidak habis terbakar dalam perjalanannya di atmosfer dan mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan disebut meteorit. Meteor yang menabrak bumi atau objek lain dapat membentuk kawah tabrakan.

Lembaga Penerbangan dan Anatriksa Nasioonal (LAPAN) mengatakan, foto viral kilatan cahaya yang diduga meteor jatuh di puncak Gunung Merapi berasal dari hujan meteor.

Sebagai informasi, foto fenomena viral tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @Gunarto_Song dan telah direpost oleh banyak akun termasuk @yogyakartacity.

Diketahui untuk mendapatkan potret tersebut, @Gunarto_Song tak sengaja merekamnya ketika tengah melakukan pemotretan 'long exposure' Gunung Merapi dan tiba-tiba muncul cahaya berkelebat berwarna kehijauan yang menjulang vertikal ke langit, Kamis (27/5/2021).

Peneliti di Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan Sains dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang Hasanuddin dalam laman edukasi sains Lapan mengatakan, dugaan saat ini bisa jadi fenomena kilatan cahaya di puncak Gunung Merapi, Yogyakarta tersebut memanglah berasal dari aktivitas hujan meteor.

Sebab, berdasarkan data International Meteor Organization (IMO) yang diakses dari http://imo.net, dalam bulan Mei ini setidaknya terdapat dua hujan meteor yang sedang aktif khususnya ketika cahaya kehijauan tersebut diabadikan dengan kamera pada Kamis (27/5/2021). 

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved