Berita Bitung
Tak Tahu Berenang, Suleman Luawo Kepala Sekretaris DPC PDI Perjuangan Nekat Cebur ke Laut
simulasi penanggulangan bencana penyelamatan orang jatuh ke laut oleh Baguna dan DPC PDI Perjuangan Kota Bitung Rabu (26/5/2021)
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Suasana laut Maluku di depan Pantai Ghia di Kelurahan Moto Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara yang sedikit bergelombang, kebiruan mendadak bergelora.
Dua orang laki-laki, mendadak terjatuh dari perahu.
Kemudian dua unit perahu milik nelayan, langsung mendekati dua orang yang jatuh ke laut.
Lalu beberapa orang langsung melemparkan pelampung dan bui penolong ke laut.
Ini merupakan gambaran dari pelaksanaan, simulasi penanggulangan bencana penyelamatan orang jatuh ke laut oleh Baguna dan DPC PDI Perjuangan Kota Bitung Rabu (26/5/2021).
Baca juga: 29 Wilayah di Kabupaten Sitaro Masuk Area Blank Spot
Menariknya satu di antara laki-laki, yang dipraktikkan jatuh ke laut bernama Suleman Luawo tidak tahu dan mahir berenang sehingga membuat jalannya simulasi bak peristiwa sebenarnya yang terjadi di laut.
Suleman Luawo kesehariannya sebagai kepala sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Bitung.
"Iya, memang tidak tau berenang. Tapi karena loyalitas kami kepada partai PDI Perjuangan, kami siap mengikuti kegiatan dan materi penyelamatan orang jatuh ke laut," tutur Suleman Luawo saat diwawancarai Kamis (27/5/2021).
Menurut Suleman Luawo, dirinya tidak menyangka akan di pilih sebagai orang yang di skenariokan jatuh ke laut dan diselamatkan oleh jajaran Baguna DPC PDI Perjuangan Kota Bitung.
Dengan gagah berani, Suleman alias Eman sapaannya lompat dari kapal ke laut.
Bak adegan dalam tayangan film Baywatch Eman dan seorang lainnya terombang ambing di laut, kemudian tim dari Baguna langsung dengan sigap dan tanggap melakukan evakuasi penyelamatan.
Baca juga: Mulai 11 Juni, Ini Jadwal Lengkap Euro 2020
Dua orang yang jatuh ke laut, langsung di evakuasi keatas perahu lalu sesegara mungkin di evakuasi ke darat dan dilakukan tindakan pertolongan pertama gawat darurat (PPDG), kepada orang yang tidak sadarkan diri setelah tenggelam.
PPGD dengan teknik RJP (Resusitasi Jantung Paru) melakukan penyelamatan nyawa pada kondisi gawat darurat yang terjadi akibat terhentinya pernapasan dan detak jantung.
Dengan dilakukannya RJP, maka diharapkan aliran udara dan darah di tubuh kembali berjalan dan kematian dapat dihindari.
Dalam istilah medis asing, prosedur ini dinamakan sebagai CPR (Cardiopulmonary resucitation).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/simulasi-evakuasi-penyelamatan-orang-yang-jatuh-ke-laut-2.jpg)