Oma Koesno
KABAR Elizabeth, Istri Mantan Ajudan Soekarno, Kini Sakit-sakitan dan Terancam Diusir dari Kontrakan
Masih dengan Elizabeth? istri dari mantan Sersan Mayor CPM (Purn) Raden Koesno, yang merupakan mantan ajudan Presiden Pertama Indonesia, Soekarno.
Sementara Indonesia berkewajiban menyelenggarakan “penentuan nasib sendiri” bagi rakyat Papua pada Desember 1969.
Segera setelah itu pemerintah Soekarno segera merancang program-program pembangunan Papua.
Wakil Menteri Pertama Koordinator Urusan Irian Barat Subandrio di hadapan DPRD Irian Barat pada 22 Juli 1963 menyebut bahwa Pemerintah Pusat akan fokus pada penguatan keamanan, konsolidasi pemerintahan sipil, dan menggerakkan perekonomian lokal di tahun pertama setelah penyerahan Papua.
Sebagai permulaan, Pemerintah Pusat akan berfokus pada pembangunan daerah pedalaman.
“Yang menjadi rencana daripada Pemerintah dalam hal pembangunan ekonomi ialah, bahwa Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan lembah Baliem,” kata Subandrio.
Untuk menggerakkan semua program itu, Pemerintah Pusat memanfaatkan dana dari PBB yang disebut Fund for West Irian (Fundwi).
Kompas edisi 7 Agustus 1967 menyebut dana Fundwi itu digunakan Soekarno untuk membiayai proyek-proyek perhubungan udara dan transportasi darat.
Namun, kucuran dana Fundwi sempat terhenti sejak Maret 1964, ketika Indonesia keluar dari keanggotaan PBB.
Tak terlalu jelas apakah program-program rancangan pemerintahan Soekarno berjalan atau tidak.
Ia keburu dilengserkan Soeharto usai huru-hara 1965. Keran Dana Fundwi baru dibuka kembali ketika Soeharto naik jadi orang nomor satu di Indonesia. (*)
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kisah Sedih Oma Koesno, Istri Mantan Ajudan Bung Karno, Kini Sakit-sakitan Tinggal di Kontrakan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kabar-elizabeth-121.jpg)