Breaking News:

TRIBUN BAKU DAPA

Arnold Poli Kritisi Guru yang Tidak Paham IT, Siswa Tidak Punya Ponsel dan Pulsa Data

Aliansi Guru Indonesia-Sulawesi Utara (AGIS) menyatakan proses belajar mengajar secara daring merupakan solusi di masa pandemi Covid-19.

tribun manado/ronald moha
TRIBUN BAKU DAPA bersama nara sumber Dr Drs Arnold Poli SH MAP, Ketua AGIS 

MANADO, TRIBUN MANADO.CO.ID - Aliansi Guru Indonesia-Sulawesi Utara (AGIS) menyatakan proses belajar mengajar secara daring merupakan solusi di masa pandemi Covid-19.

Meski begitu, semua harus tahu bahwa banyak kendala yang harus dipikirkan bersama dalam mengoptimalkan pendidikan yang dilakukan secara daring di Sulawesi Utara. Hal ini diutarakan Ketua AGIS, Dr Drs Arnold Poli SH MH dalam Talkshow Tribun Baku Dapa dengan tema ''Daring Solusi KBM New Normal, '' Kamis (27/05/2021).

Mantan Sekkot Tomohon mengatakan, beberapa persoalan yang terjadi di lapangan antara lain; banyak guru yang masih kurang memahami IT, sehingga membutuhkan pendampingan.

TRIBUN BAKU DAPA bersama nara sumber Dr Drs Arnold Poli SH MAP, Ketua AGIS
TRIBUN BAKU DAPA bersama nara sumber Dr Drs Arnold Poli SH MAP, Ketua AGIS (tribun manado/ronald moha)

''Banyak peserta didik yang tidak mempunyai komputer, laptop atau ponsel untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring, '' ujarArnold menjelaskan.

Arnold yang saat ini dipercayakan sebagai koordinator dosen di IPDN mengatakan, banyak siswa kurang mampu yang tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara online karena orangtua tidak mempunyai biaya.

''Menjawab ini memang bisa saja menggunakan dana BOS yang setahu saya sudah dibolehkan digunakan untuk kepentingan belajar secara daring, '' ujar Arnold.

Dia juga mengakui belajar secara daring belum optimal. Misalnya siswa sekolah dasar kesulitan melakukan belajar mengajar secara daring. ''Siswa SMP dan SMA harus ada praktek lapangan yang tidak bisa dilakukan secara daring, '' ujarnya.

Banyak hal-hal teknis yang tidak mudah dijelaskan secara daring. ''Kemampuan orangtua siswa tidak merata, sehingga ada siswa yang tidak sanggup untuk membeli pulsa data untuk dipakai dalam proses belajar mengajar, '' ujarnya lagi.

Belum lagi tidak semua sekolah mempunyai IT yang membantu guru untuk mempersiapkan proses belajar mengajar. ''Kemampuan finansial guru juga tidak merata. Jika guru akan mengunjungi rumah siswa untuk mengoptimalkan proses KBM tentu harus mengeluarkan dana dari kantong pribadi, '' ujarnya.

Dia mengakui, pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sudah membantu dalam pemberian pulsa data dan lainnya untuk kelancaran proses belajar secara daring.  ''Tetapi pemerintah tidak mungkin membantu secara terus menerus, sehingga diperlukan juga bantuan dari stakeholder lainnya yang peduli dengan pendidikan, '' ujarnya.

Arnold memastikan akan terus memantau proses belajar mengajar di masa pandemi Covid-19 yang belum diketahui berakhir kapan. '' Kita berdoa dan berharap Covid segera berakhir sehingga semua kembali berjalan dengan normal, '' ujarnya.

Penulis: Aswin_Lumintang
Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved