Breaking News:

Kasus Pembunuhan

KRONOLOGI 2 Gadis Muda Dibunuh Sopir Truk, Jenazah Dirudapaksa dan Ditinggalkan di Hutan

Seorang pria yang berprofesi sopir truk YT (41) ditangkap polisi karena terlibat pembunuhan N (19), gadis Desa Noelmina

Editor: Rhendi Umar
Kompas.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE
Polisi menangkap YT (41) sopir truk yang diduga membunuh dua gadis muda, memperkosanya lalu meninggalkan mayatnya di hutan di Kupang, NTT. 

"Menurut orangtuanya, dia ke Kota Kupang karena ada informasi lowongan kerja di sebuah perusahaan jadi dia ingin melamar kerja," kata Kornelis.

Gadis muda itu diketahui baru menyelesaikan pendidikan SMK tahun 2020.

Namun, ketika tiba di Kota Kupang, nomor ponsel miliknya tidak aktif saat dihubungi kedua orangtuanya.

Saat mengetahui N jadi korban pembunuhan, pihak keluarga langsung ke Kota Kupang dan mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara untuk mengurus pemulangan jenazah gadis 19 tahun itu.

5 istri

YT  alias Tinus Perko (41) akhirnya berhasil dibekuk aparat Polda NTT dan Polres Kupang, setelah beberapa hari sebelumnya melakukan aksi bejat terhadap 2 perempuan.

Tinus diketahui merupakan warga RT 09 RW 03, Desa Camplong 2, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Pria ini sehari-harinya bekerja sebagai sopir dump truk.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Tinus memiliki 5 orang istri dan 7 orang anak.

Meski demikian, kejahatan seksual rupanya dilakukan Tinus berulang kali.

Oleh warga di sekitar tempat tinggalnya, Tinus sering dipanggil atau dijuluki "Tinus Perko".

Pelabelan itu, lantaran ia sudah berulang kali melakukan pemerkosaan,  bahkan sempat dipenjara

karena perbuatannya itu.

Pada kasus pertama Tinus sempat dipenjara 4 tahun karena memperkosa seorang mahasiswi saat masih bekerja sebagai tukang ojek.

Bebas dari penjara, Tinus kembali mengulangi perbuatannya yakni memperkosa seorang mahasiswi, namun kejadian tersebut kemudian diurus secara kekeluargaan.

Lagi, Tinus seperti sedang dimabuk hasrat seksualnya, ia hendak membawa kabur seorang gadis di

samping kantor bank NTT Camplong dan hal tersebut pun kemudian kembali diurus secara damai.

Sebelum ditangkap aparat kepolisian dari Polda NTT, pada bulan Februari 2021 lalu Tinus juga telah

membunuh seorang gadis berinisial MB.

Aksi bejat Tinus berlanjut hingga menewaskan N, wanita asal desa Noelmina Kabupaten Kupang.

Nafsu tak terkendalikan Tinus, mengimingi N dengan memberi pekerjaan dan gaji tinggi.

Alih-alih memberi pekerjaan, Tinus justru membunuh, memperkosa dan mengambil handphone dan uang milik korban.

Perjalanan Tinus sang predator wanita ini pun berakhir di tangan unit Jatanras  Ditreskrimum Polda NTT, yang membekuk Tinus di jalan Timor Raya. 

Saat dibekuk, ia mengendari mobilnya, Kamis 20 Mei 2021 malam.

Dari hasil pendalaman yang dilakukan oleh Ditreskrimum usai menangkap pelaku Tinus, diketahui pada bulan Februari 2021 lalu, Tinus juga mengaku telah membunuh korban berinsial MB di lokasi Tanah Kolo, kelurahan Batakte kabupaten Kupang.

Pelaku dijerat dengan pasal 340 KHUP subsider pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan dengan sengaja dan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa/nyawa oran lain, dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sebilah pisau, pakaian, satu buah sepeda motor, handphone milik korban dan handphone milik pelaku.

Berikut sejumlah fakta seputar kasus predator NTT ini berdasarkan keterangan Polda NTT:

1. Pisau

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto menyebutkan pelaku menghabisi nyawa korban YAW menggunakan pisau miliknya lantaran ditolak hasrat seksualnya oleh korban.

2.  Kenal Via Media Sosial

Kombes Pol Rishian  mengatakan YT berkenalan dengan korbannya melalui media sosial.

Setelah berkenalan melalui media sosial (medsos) dan beberapa kali melakukan komunikasi, tersangka lalu bertemu korbannya.

3. Bonceng Motor

Korban dan tersangka bertemu lalu pergi  bersama pada 14 Mei 2021 lalu. Korban diajak tersangka menggunakan sepeda motor dari kos milik pelaku menuju arah Bakunase.

4.  Hentikan kendaraan

Ia menjelaskan sesampainya diarah Batakte, pelaku langsung berpura-pura menghentikan kendaraan yang jauh dari pemukiman dengan alasan ingin mengunjungi teman tersangka yang rumahnya di dalam hutan.

5.  Korban ikuti pelaku

Ia menjelaskan korban yang mengikuti pelaku dari belakang langsung masuk menuju hutan berdasarkan alasan pelaku.

Sesampainya di hutan, pelaku langsung meminta korban untuk bersetubuh, namun korban menolak dan hendak melarikan diri. Tapi pelaku langsung mengambil pisau miliknya dan mengancam korban akan dibunuh jika tidak menuruti permintaannya.

6.  Cekik korban

Pelaku berusaha mencekik korban dan membuka paksa pakaian korban.

7.   Korban melawan

Korban sempat melawan dengan mencakar wajah dan alat vital pelaku, sehingga saat itu juga pelaku langsung membanting korban dan menikamnya di bagian dada kiri korban.

8.  Menggagahi Korban

Ia menjelasakan usai menghilangkan nyawa korban menggunakan pisau, pelaku menggagahi korban.

9.  Ambil uang dan HP korban

Pelaku langsung meninggalkan TKP setelah mengambil uang milik korban beserta sebuah handphone.

10. Polisi bekuk pelaku

Pelaku ditangkap dan diamankan oleh Unit Resmob Subdit 3 Jatarnas Polda NTT berdasarkan keterangan saksi-saksi dan rekaman cctv, kloning CDR nomor HP korban karena diduga korban komunikasi dengan pelaku sehingga tim langsung melacak terhadap nomor HP yang terkahir berhubungan dengan korban.

11. Amankan barang bukti

Ia menjelaskan waktu diamankan, dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti berupa, sebilau pisau, pakaian, sepeda motor, handphone korban dan handphone tersangka.

Tersangka YT alias T diamankan di jalan Timor Raya depan rumah makan padang, Kelapa Lima, langsung digiring oleh polisi untuk diinterogasi dan pendalaman terkait kasus tersebut.

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Sopir Truk Bunuh 2 Gadis Muda Kenalan di Media Sosial, Merudapaksa Lalu Meninggalkannya di Hutan

Berita Nasional Lainnya

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved