Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Apa Itu

Apa Itu Pentakosta? Peringatan Peristiwa Pencurahan Roh Kudus dan Hari Raya bagi Umat Yahudi

Pentakosta adalah hari suci umat Kristen yang memperingati datangnya Roh Kudus 40 hari setelah Paskah.

Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
Foto istimewa
Pentakosta adalah hari suci umat Kristen yang memperingati datangnya Roh Kudus 40 hari setelah Paskah. 

Makna Pentakosta

Umat Kristiani merayakan Pentakosta pada hari ini, Minggu (23/5), yakni peringatan akan peristiwa pencurahan Roh Kudus atas para rasul.

Dalam bahasa Yunani, 'pentakosta' berarti hari kelima puluh.

Pentakosta dirayakan 50 hari setelah kebangkitan Yesus.

Turunnya Roh Kudus ini sebenarnya sudah dijanjikan Yesus di malam terakhir sebelum ia ditangkap dan disalibkan.

Ia menyebut Roh Kudus sebagai penolong.

"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran.

Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia.

Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu." (Yohanes 14: 16-17)

Dalam rentang waktu 50 hari setelah kebangkitan-Nya, para murid diliputi rasa takut.

Apa Itu Hocho? Pisau Dapur Jepang Para Chef, Desainnya Terinspirasi dari Pedang Para Samurai

Ini Teks Misa Hari Raya Pentekosta, 31 Mei 2020 - KATOLIKNEWS.com

Rohaniwan W. Teguh Santosa, SJ menuturkan bisa sang Guru saja dibunuh, ancaman serupa begitu dekat dan dirasakan oleh pengikut Yesus termasuk para murid.

Kemudian dituliskan dalam Kisah Para Rasul, para murid berkumpul dalam suasana ketakutan.

"Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya." (Kis. 2: 1-4)

Meski terlihat ngeri, peristiwa ini ternyata mengubahkan hidup para murid.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved