Sosok Tokoh

Ingat Harmoko, Eks Ketua MPR dan Menteri Orba? Jurnalis yang Berani Minta Pak Harto Mundur Mei 1998

Harmoko juga merupakan tokoh yang meminta Soeharto agar mundur dari jabatan presiden pada masa krisis moneter 1998. Berikut Profilnya.

Editor: Frandi Piring
AFP PHOTO
Ketua MPR/DPR RI pada 1998, Harmoko (kiri) meminta Soeharto (kanan) untuk mundur dari jabatan presiden pada Mei 2021. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingat dengan Harmoko, mantan Ketua DPR/MPR RI di pengujung rezim Soeharto selama tujuh periode?

Sosok Harmoko dikenal sebaga Orang Pilihan Soeharto di masa Orde Baru.

Namun, Harmoko juga merupakan tokoh yang meminta Soeharto agar mundur dari jabatan presiden pada masa krisis moneter 1998.

Berkarir sebagai jurnalis hingga menjadi politikus terkenal bangsa Indonesia.

Sosok Harmoko (kiri), mantan Ketua DPR/MPR RI yang meminta Soeharto (kanan) mundur dari jabatan Presiden 1998.
Sosok Harmoko (kiri), mantan Ketua DPR/MPR RI yang meminta Soeharto (kanan) mundur dari jabatan Presiden 1998. (Kolase Foto Kompas.com/JB Suratno/Wikipedia)

Dilansir dari Viva.co.id, rekam jejak sosok Harmoko, Mantan Menteri Penerangan Orde Baru ( Orba ).

Jejak pergulatannya di dunia wartawan selama 23 tahun mengantarkannya menjadi menteri penerangan zaman Presiden Soeharto.

Bukan hanya itu, ia juga menjadi politikus dan Ketua MPR RI yang sekaligus meminta Soeharto mundur dari jabatan presiden karena desakan rakyat Indonesia kala krisis ekonomi moneter.

Harmoko menjadi Menteri Penerangan Republik Indonesia pada era Orde Baru selama 3 periode berturut-turut dari tahun 1983 hingga tahun 1997.

Selain itu, pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur pada tanggal 7 Februari 1939 itu juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar dari tahun 1993 selama 5 tahun.

Karirnya sebelum terjun di dunia politik, pada awalnya Harmoko merupakan seorang wartawan dan kartunis di Harian Merdeka dan Majalah Merdeka setelah lulus dari sekolah menengah.

Kemudian pada tahun 1964 mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat ini juga pernah menjadi wartawan di Harian Angkatan Bersenjata.

Satu tahun berselang, kariernya semakin menanjak. Selain menjadi wartawan di Harian API, Harmoko juga dipercayakan sebagai Pemimpin Redaksi surat kabar berbahasa Jawa, Merdiko. Lalu, pada tahun 1966 hingga 1968, Beliau pun menjadi penanggung jawab Harian Mimbar Kita.

Dan tepat pada16 April 1970 bersama rekan-rekannya, Harmoko mendirikan Harian Pos Kota.

Dalam rezim kepemimpinannya, oplah Post Kota meningkat hingga mencapai 200.000 eksemplar pada tahun 1983.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved