Berita Sulut
Plus dan Minus Lelang Jabatan, Begini Tanggapan Pengamat Pemerintahan Josef Kairupan
Pengamat Politik Pemerintahan Josef Kairupan mengungkapkan, lelang jabatan merupakan salah satu agenda Reformasi birokrasi
Penulis: Hesly Marentek | Editor: David_Kusuma
Karena proses yang terjadi setidaknya memunculkan individu calon pejabat yg unggul, sehingga tergantung dari wisdomnya (bijaksananya) kepala daerah untuk memilih mereka yang telah terjaring," sambungnya
Adapun dalam prosesnya sendiri lelang jabatan itu dilakukan secara terbuka, artinya publik dapat mengetahui siapa saja yang mengajukan diri untuk menduduki jabatan tertentu.
Baca juga: Terkait Lelang Jabatan, Bolmong Akan Utus 2 Pejabat Bersaing ke Pemprov Sulut
Jika nanti hasil akhirnya terkesan adalah orang dekat atau titipan bahkan tim suksesnya yang terpilih, hal itu tidak serta merta menghilangkan proses dari lelang jabatan itu sendiri.
Karena user (kepala daerah) harus memilih orang yg benar-benar dapat dipercaya, mampu mewujudkan visi misi program kepala daerah melalui implementasinya dilapangan.
"Hal inilah yang perlu dipahami bersama, bahwa aparatur pemerintah daerah adalah suatu team work yang harus saling bekerja sama, saling memberikan kepercayaan, dan saling bersinergi satu dengan yang lainnya.
Tidak akan mungkin visi misi kepala daerah yg telah di terjemahkan dalam program daerah dapat terlaksana tanpa adanya rasa saling percaya antara user dengan jajarannya," pungkas Kairupan. (hem)
Baca juga: Makalehi dan Beong Dijadikan Pilot Project Desa Wisata di Sitaro
YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/josef-kairupan-234234.jpg)