Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Israel

Dulu India Dukung Kemerdekaan Palestina, Kini Pemerintahan Narendra Modi Beralih ke Israel

banyak yang menyebut Palestina "teroris", label yang digunakan oleh Israel untuk kubu rivalnya, sebagaimana yang dilansir dari Al Jazeera 

Editor: Aldi Ponge
AFP/STR)(EMMANUEL DUNAND / AFP)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Narendra Modi, perdana menteri India 

 
Pada Jumat (14/5/2021) dia mengunggah tweet gambar pasukan Israel, sambil berkata, "Orang Israel yang terhormat, Anda tidak sendiri, kami orang India berdiri teguh dengan Anda."

Tweet itu disukai 3.600 kali.

Hardik Bhavsar, seorang pengguna Twitter yang diikuti oleh 134.000 orang termasuk Perdana Menteri Modi dan Menteri Dalam Negeri Shah.

Pada Sabtu (15/5/2021), Bhavsar membagikan video menara bertingkat tinggi yang menampung kantor-kantor media, termasuk Al Jazeera dan Associated Press, hancur dalam pemboman Israel.

“Selamat Dipawali kaum liberal. #IndiaStandWithIsrael," cuitnya, yang diyakini sebagai sindiran kepada orang-orang liberal India yang menentang militerisme Israel, mengacu pada Dipawali, sebuah festival cahaya Hindu.

Tweet itu disukai hampir 3.000 kali.

Wartawan dan penulis India Rana Ayyub pada Minggu (15/5/2021) menulis bahwa saat mengecek sebagian besar tweet dengan tagar #IndiaStandWithIsrael, benang merah yang muncul adalah "kebencian mendalam terhadap Muslim dan haus darah untuk melihat Muslim dibantai dan menunjukkan tempat mereka".

“Sebagian besar diikuti oleh satu atau lebih menteri BJP atau PM sendiri,” tambahnya.

Srinivas Kodali, seorang penulis dan peneliti yang bekerja di bidang data, pemerintahan dan internet, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ada bagian dari kelompok Hindu yang terpolarisasi, yang mendukung tindakan Israel terhadap Palestina semata-mata karena Muslim dianiaya.

"Kebencian mereka terhadap Muslimlah yang membuat mereka mendukung tindakan Israel," kata Kodali.

Pendukung Palestina

India secara historis mendukung penentuan nasib Palestina merdeka sebagai bagian dari solidaritas anti-kolonial, setelah kemerdekaannya dari pemerintahan Inggris pada 1947.

India adalah negara non-Arab pertama yang mengakui Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai "satu-satunya perwakilan sah rakyat Palestina".

Kantor PLO didirikan di New Delhi pada 1975.

India mengeluarkan perangko peringatan pada 29 November 1981, untuk menandai hari solidaritas internasional dengan rakyat Palestina.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved