Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Viral

Terpukul Istri dan Bayinya Meninggal saat Persalinan, Suami: Susternya Lalai, Gila Main HP Semua

Seorang suami sangat terpukul kehilangan istri dan bayinya. diketahui keduanya meninggal dunia saat persalinan.

Editor: Glendi Manengal
Yuli Sinaga
Kolase foto korban saat mesih di rumah sakit hingga di rumah duka 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang suami sangat terpukul kehilangan istri dan bayinya.

Diketahui keduanya meninggal dunia saat persalinan.

Dari keterangan keluarga mengaku para petugas medis terkesan acuh tak acuh.

Baca juga: Saksi Mata soal Serangan Israel Sebut Tak Ada Tempat Aman di Sini Ini Gedung-gedung yang Diserang

Baca juga: Masih Ingat Diego Michiels? Eks Timnas Dulu Pacar Nikita Willy, Ini Kabarnya Kini Bersama Istri Anak

Baca juga: Polri Sudah Ketahui Titik Lokasi Kelompok MIT usai Bunuh 4 Warga, Kini Ali Kalora Cs Terus Dikejar

Foto : dr Binsar P Sitanggang, penanggungjawab Rumah Sakit Bunda Mulia Kisaran saat menyampaikan keterangan terkait ibu dan bayi yang meninggal, Selasa (18/5/2021).(TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI) 

Meninggalnya Ripa Nanda Damanik bersama bayinya saat persalinan membuat Rindu Aritonang (55), mertua dan Jamudthar Sinaga (27) suaminya, terpukul sekali.

Seperti dilansir Tribun-Medan.com, peristiwa ini terjadi di sebuah rumah sakit di Medan berinisial RS BMK.

Saat ditemui wartawan Tribun-Medan.com di kediamannya di Pasa XI, Kelurahan Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, kedua mata Rindu Aritonang masih tampak sembab.

Wajahnya begitu kuyu, karena kehilangan menantu dan cucunya.

"Waktu sampai di rumah sakit itu kami sudah minta agar menantu kami ini dioperasi.

Tapi susternya bilang menantu saya ini masih bisa melahirkan normal," kata Rindu, Selasa (18/5/2021).

Karena menantunya itu sudah dalam kondisi kesakitan, Rindu dan keluarga meminta agar proses operasi segera dilakukan.

Lagi-lagi, pihak rumah sakit minta agar keluarga menunggu saja.

Yang buat Rindu dan keluarga kesal, semua petugas medis terkesan acuh tak acuh.

Bahkan, beberapa suster yang berjaga sibuk dengan selularnya masing-masing tanpa mementingkan keselamatan pasien.

"Susternya terlalu lalai, gila main handphone semua. Gara-gara itu semua, menantu dan cucu ku meninggal dunia dibuat mereka," kata Rindu menahan derai air mata.

Sementara itu, Jamudthar Sinaga mengatakan bahwa istrinya itu sempat mengalami pendarahan hebat ketika di rumah sakit.

Ketika darah bercucuran di lantai, Jamudthar pun mengambil kain untuk mengepel lantai.

"Itu darah istri saya keluar terus. Untuk darah di lantaipun saya yang bersihkan. Saya yang mengepel," katanya.

Saat kondisi istrinya kritis, barulah rumah sakit melakukan operasi.

Nahasnya, usai operasi, anak pertama Jamudthar Sinaga meninggal dunia.

Yang membuatnya begitu terpukul, sehari kemudian istrinya ikut menyusul menghadap Sang Khalik.

"Kalau mereka cepat tangani, mungkin anak pertamaku ini tidak meninggal," katanya berusaha menahan tangis.

Di rumah duka, Rindu dan Jamudthar cuma bisa memandangi foto semasa hidup Ripa Nanda Damanik.

Mereka begitu terpukul atas kejadian ini.

Sayangnya, pihak Rumah Sakit BMK belum mau memberikan komentar.

Awak media masih menunggu penjelasan langsung manajemen terkait dugaan kelalaian pihak rumah sakit.

Foto : Ilustrasi. (istimewa)

Kronologis Kejadian

Adik ipar korban, Yulia Sinaga sempat memposting kasus ini di media sosial Facebooknya.

Dalam unggahannya itu, Yulia Sinaga menceritakan bahwa kakak iparnya itu awalnya dibawa ke puskemas pada Sabtu (15/5/2021) kemarin.

Karena kondisi Ripa Nanda Damanik tidak memungkinkan untuk bersalin di puskesmas, bidan menyarankan agar keluarga membawanya ke rumah sakit.

Lantaran Ripa Nanda Damanik hendak melahirkan anak pertama, suami korban, Jamudthar Sinaga membawa istrinya itu ke RS BMK.

Sekira pukul 23.00 WIB, Ripa Nanda Damanik tiba di Rs BMK untuk bersalin.

Kala itu, Ripa Nanda Damanik sudah dalam kondisi kesakitan, dan keluarga minta agar korban dioperasi saja.

"Tapi ada perawat dan ada juga bidan yang bilang ini masih bisa lahiran normal, karena masih bukaan dua," kata Yulia Sinaga dalam postingannya.

Karena bidan menyarankan demikian, pihak keluarga awalnya ikut saja.

Keesokan harinya, persisnya Minggu (16/5/2021), petugas rumah sakit tetap menyarankan agar Ripa Nanda Damanik melahirkan dengan cara normal.

Sekira pukul 14.00 WIB, kerabat korban, Lukya Betaria Sinaga mengatakan bahwa detak jantung anak yang ada di dalam kandungan masih berdetak.

Dia pun meminta rumah sakit melakukan operasi.

"Kemudian kakak saya masih sempat bertanya ke perawat dan bidannya yang sedang santai duduk-duduk main HP, apakah eda (kakak ipar) saya bisa segera dioperasi saja, karena eda saya benar-benar sudah tidak kuat,"

"Dan akhirnya kurang lebih pukul 5 sore lewat (16 Mei 2021), eda saya selesai operasi. Dan dinyatakan bahwa bayinya meninggal," kata Yulia Sinaga.

Saat itu, keluarga tak bisa menahan kesedihannya.

Apalagi Ripa Nanda Damanik kondisinya benar-benar lemah.

Dalam postingannya itu, Yulia Sinaga menyebut bahwa setelah kakak iparnya operasi, dokter tak juga kelihatan.

Dia meluapkan kekesalannya, lantaran pihak rumah sakit terkesan abai dengan keselamatan pasien.

Singkat cerita, sehari setelah melahirkan dengan kondisi bayi meninggal dunia, pada Senin (17/5/2021) Ripa Nanda Damanik ikut mengembuskan nafas terakhir.

Atas peristiwa ini, keluarga pun kecewa berat dengan pihak rumah sakit.

Terkait masalah ini, Tribun-Medan.com masih berupaya mengonfirmasi berbagai pihak termasuk Bupati dan Kapolres Asahan.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Ibu dan Bayi Meninggal saat Persalinan, Keluarga: Suster Sibuk Main HP, 

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Istri dan Bayi Meninggal saat Persalinan, Sinaga: Susternya Terlalu Lalai, Gila Main Handphone Semua, https://wartakota.tribunnews.com/2021/05/18/istri-dan-bayi-meninggal-saat-persalinan-sinaga-susternya-terlalu-lalai-gila-main-handphone-semua?page=all.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved