Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

KKB di Papua

Personel Satgas Nemangkawi Tertembak oleh KKB di Papua Pimpinan Lekagak Telenggen

Dilaporkan, dalam insiden yang terjadi pada Selasa pagi tersebut seorang personel Satgas Nemangkawi bernama Praka Rafles tertembak.

Editor: Frandi Piring
Tribunnews.com/Istimewa
Satgas Nemangkawi yang merupakan gabungan TNI-Polri sedang berjaga di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (29/4/2021). Dilaporkan satu personel Satgas Nemangkawi tertembak oleh kelompok KKB pimpinan Lekagak Telenggen pada Selasa (18/05/21). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Satu personel Satgas Nemangkawi Tertembak kelompok teroris KKB di Papua.

Kontak Senjata antara Satgas Nemangkawi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen terjadi di Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (18/05/21) kemarin.

Dilaporkan, dalam insiden yang terjadi pada Selasa pagi tersebut seorang personel Satgas Nemangkawi bernama Praka Rafles Tertembak.

Satgas Nemangkawi yang merupakan gabungan TNI-Polri sedang berjaga di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (29/4/2021).
Satgas Nemangkawi yang merupakan gabungan TNI-Polri sedang berjaga di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (29/4/2021). (Tribunnews.com/Istimewa)

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan, saat kejadian itu sejumlah personel

yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi diterjunkan untuk memburu kelompok KKB pimpinan Lekagak Telenggen.

Tapi, ketika berusaha masuk ke markas kelompok teroris itu baku tembak tak terhindarkan.

Akibatnya, Praka Rafles tertembak di bagian kaki atau lutut atas.

"Dari informasi, mereka (Satgas Nemangkawi) sudah tiba di pintu masuk, tinggal masuk saja.

Kejadian jam 06.20 WIT di Kampung Makki, jadi kita sudah dekat ke markasnya mereka," ujarnya, Selasa.

Adapun korban sendiri saat ini sedang dilakukan evakuasi oleh anggota lain yang berada di lapangan.

Menyikapi kondisi itu, pihaknya meminta para personel yang terlibat untuk tidak gegabah.

Pengepungan markas KKB itu, lanjut dia, akan terus diperkuat agar tidak ada celah bagi mereka untuk bisa melarikan diri.

"Kita terus berupaya melakukan pengejaran terhadap kelompok ini dan tetap melakukan pengepungan pagar betis,

kita tidak akan membuat celah sedikit pun kepada mereka untuk bisa kembali melakukan aksi-aksi lagi di Kabupaten Puncak," jelasnya.

"Saya sudah sampaikan berulang kali kepada anggota untuk tidak terpancing, kita akan berusaha mengevakuasi korban," tandasnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved