Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Soeharto Lengser

Firasat Tak Enak Harmoko Lantas Terjawab, 'Palu Patah' 70 Hari Setelahnya Soeharto Lengser Mei 1998

Firasat lengsernya Soeharto dari kursi Presiden RI pada tahun 1998. Harmoko: "Bahwa hati saya bertanya-tanya".

Editor: Frandi Piring
AFP PHOTO
Ketua MPR/DPR RI pada 1998, Harmoko (kiri) meminta Soeharto (kanan) untuk mundur dari jabatan presiden karena sudah punya firasat Soeharto lengser. 

Soeharto memutuskan mundur dari jabatanya lantaran desakan publik.

Perjalanan Soeharto sebagai presiden RI selama 32 tahun pun patah bak palu yang diketukkan Harmoko.

Menurut Arwan Tuti Artha, penulis buku Dunia Spritual Soeharto, patahnya kepala palu di Sidang Paripura MPD ke-V memberi isyarat patahnya perjalanan Pak Harto di tengah jalan.

Lengsernya Soeharto menandai munculnya era baru bernama reformasi.

Era ini diharapkan mengembalikan demokrasi yang dianggap lenyap selama 32 tahun Orde Baru berkuasa.

Dan hari ini, Senin (21/5/2018) reformasi genap berusia 20 tahun.

Berita Terkait Soeharto:

(Kompas.com)

Tautan:

https://nasional.kompas.com/read/2018/05/21/10585511/patahnya-palu-dan-firasat-harmoko-ihwal-kejatuhan-soeharto?page=all

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved